Duta Anti Kekerasan mengunjungi Radio Kabupaten Kepulauan Seribu, yang berada di Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kamis (09/03/2023).
Kunjungan Duta Anti Kekerasan yang merupakan mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Sint Carlous, Universitas Budi Luhur Jakarta dan STIK Budi Kemuliaan Jakarta tersebut, untuk memberikan penyuluhan berupa edukasi stop kekerasan terhadap anak.
Menurut mahasiswi STIK Sint Carlous, Zahra Diba, kegiatan tersebut untuk melakukan siaran langsung streaming di Radio Kabupaten Kepulauan Seribu, yang dimiliki Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu.
"Seru juga ternyata siaran di radio, terima kasih kepada Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu. Penyuluhan ini untuk mensosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak atau warga Kepulauan Seribu," ujarnya,
Zahra berharap, jika ada masyarakat Kepulauan Seribu yang menemukan atau mendapatkan informasi tindak kekerasan, baik itu dalam rumah tangga atau lingkungan tempat tinggal, untuk berani melapor pada pihak keamanan lingkungan.
"Diharapkan masyarakat yang ada di setiap pulau-pulau berani untuk melaporkan setiap tindak kekerasan, yaitu di Pos Sapa yang ada di RPTRA," katanya.
Sementara itu, Andina Putri Syafirah, mahasiswi Public Relations (PR) Universitas Budi Luhur Jakarta mengatakan, kedatangannya dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli dan berani melapor, jika mengalami tindak kekerasan.
"Masyarakat harus berani bertindak dan bersuara dengan memberikan bukti berupa foto, dokumentasi atau hal lain untuk kepedulian diri sendiri dan terhadap orang di sekitar," ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Windy Oktaviani, mahasiswi Kebidanan STIK Budi Kemuliaan, dirinya meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan tindak kekerasan yang dilihat.
"Sekarang ini sudah ada RPTRA, warga bisa berlapor jika dalam keluarga ada KDRT atau bisa telepon call center 129 atau bisa melalui aplikasi whatsapp Pos Sapa di nomor 08111129129," tandasnya.