Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan tiket kapal elektronik dan retribusi daerah yang diselenggarakan di Ruang Pola Kabupaten Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kamis (16/03/2023).

Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ismanto mengatakan, sistem pengelolaan tiket elektronik pada kapal ke Pulau Seribu ini sesuai dengan penetapan Digital Nomad Island, di mana sistem ini memiliki peluang yang besar.

Terlebih lagi pada tahun 2022, Gubernur telah meresmikan revitalisasi pelabuhan Kali Adem, dengan menyediakan layanan transaksi non tunai, baik dalam sistem elektronik tiket pada aplikasi pemesanan tiket "Jaket Boat".

“Untuk mengembangkan program ini kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, baik warga maupun Kabupaten Kepulauan Seribu. Rencananya sistem tiket elektronik ini akan diterapkan pada dermaga-dermaga yang ada di Pulau Seribu. Tentunya, ini akan memberikan kemudahan bagi warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran dan Penerbangan Dishub DKI Jakarta, Leo Amstrong Manalu menjelaskan, dermaga pertama yang akan menerapkan sistem tiket elektronik ini yakni Pulau Pramuka, sehingga keberhasilan di dermaga ini dapat mendorong program tersebut di pulau-pulau lainnya.

“Tentunya program ini sudah kami rencanakan secara matang dan tepat. Kami akan melakukan uji coba di dermaga Pulau Pramuka mulai 27 Maret mendatang. Semoga seluruh SKPD/UKPD bisa membantu untuk mensosialisasikan sistem ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi menyampaikan terima kasih atas revitalisasi pelabuhan di beberapa pulau, salah satunya Pulau Pramuka.

“Tahun lalu sudah mulai dilakukan revitalisasi dermaga, semoga pembangunan ini terus berlanjut hingga selesai. Karena wajah Kabupaten Kepulauan Seribu terlihat dari sebuah dermaga,” ungkapnya.

Yulihardi berharap, melalui sistem aplikasi ini, semoga tidak ada warga yang merasa keberatan atau kesulitan, dengan dukungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Kami juga minta jadwal kapal Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang pasti, karena banyak warga yang mengeluh jadwal keberangkatan kapal sering berubah-ubah. Selain itu, akses ke wilayah selatan yang kurang,” tambahnya.