Mengunjungi Pulau Sebira yang berada di Kelurahan Pulau Harapan, tampaknya tidak lengkap jika belum mencicipi kue barongko.

Kue khas suku Bugis, Sulawesi Selatan ini menjadi salah satu menu berbuka puasa bagi warga Pulau Sebira, dengan bentuknya yang unik serta teksturnya yang lembut.

Menurut Hartuti (67), salah satu tokoh masyarakat Pulau Sebira, makanan yang dibungkus dengan daun pisang ini memiliki rasa manis, sehingga cocok untuk menjadi menu saat berbuka puasa.

“Pembuatan kue barongko sangat mudah, cukup mengambil pisang untuk diolah sedemikian rupa, lalu dihaluskan bersama bahan lain seperti telur, gula, garam dan santan. Setelah seluruh adonan tadi menyatu, baru dikukus dan dibungkus menggunakan daun pisang. Satu sisir pisang bisa menjadi 15 bungkus,” katanya, Senin (03/04/2023).

Hartuti menjelaskan, selama ini warga Pulau Sebira sudah sangat mahir membuat kue barongko karena sebagian besar warga berdarah Bugis.

“Kue ini hanya dapat ditemukan pada waktu-waktu tertentu seperti saat Ramadan, pesta warga, dan jamuan tamu spesial yang berkunjung ke Pulau Sebira. Kue ini semakin nikmat jika dimasukkan ke dalam mesin pendingin. Selain bertambah enaknya, juga dapat membuat kue jadi awet dan tahan dalam beberapa hari," tuturnya.

Hartuti menambahkan, kue barongko khas Pulau Sebira masih menjadi unggulan hingga kini. Bahkan tak jarang kue ini dipesan warga dari pulau-pulau lainnya.

"Harga satu bungkus kue ini dikenakan Rp 5-7 ribu, menyesuaikan dengan ketersediaan pisang," tandasnya.