Pengecoran tanggul kubus masif di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara kini sudah mencapai 75 persen.
Menurut Kepala Sudin Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu, Hendri, pembangunan tanggul ini untuk menahan gelombang air laut agar tidak masuk ke permukiman warga.
"Pembangunan tanggul ini kurang lebih satu bulan, kami targetkan pekan depan selesai. Semoga tanggul ini berfungsi dengan baik dan lebih kokoh dalam menahan gelombang air laut saat rob," ujar Hendri, Jum'at (05/05/2023).
Hendri menjelaskan, pengecoran yang dilakukan tujuh petugas ini dikerjakan secara manual dengan bahan baku material semen, pasir, hingga batu split.
"Selama pengerjaan tidak ada kendala, kami sebelumnya juga telah menyelesaikan pembangunan tanggul di sisi utara depan IPAL zona tiga," ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muslim menambahkan, pembuatan tanggul ini sangat penting, terutama saat rob terjadi gelombang air laut tinggi, jika tidak ada penahan maka permukiman warga akan mudah banjir.
"Pembangunan tanggul ini juga sebagai salah satu penataan kawasan sekaligus membuat wilayah menjadi lebih rapi dan terbebas dari banjir rob," pungkasnya.