Kabupaten Kepulauan Seribu berkomitmen mendukung penyelenggaraan Sensus Pertanian 2023, yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Seribu di pulau-pulau penduduk.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, saat membuka rapat koordinasi (rakor) Sensus Pertanian tahun 2023 (ST2023), yang diselenggarakan di Golden Boutique Hotel, Jakarta, Jumat (09/06/2023).
“Kabupaten Kepulauan Seribu mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 di Kabupaten Kepulauan Seribu. Pesan dan harapan saya kepada seluruh peserta rapat untuk ikut berpartisipasi aktif demi suksesnya kegiatan Sensus Pertanian Kabupaten Kepulauan Seribu dan tanamkan core value ASN yang berAKHLAK melalui branding Bangga Melayani Bangsa,” kata Fadjar.
Kegiatan yang dibuka secara langsung Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, turut dihadiri Plt Kepala BPS DKI Jakarta, Dwi Paramita Dewi, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Seribu, Alfhonso Triantoro serta SKPD/UKPD terkait.
Tercatat, pendataan lapangan ST2023 di Kabupaten Kepulauan Seribu sudah dimulai dari tanggal 1 Juni- 31 Juli 2023, di mana kegiatan ini mencakup 6 subsektor meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan.
Langkah ini dilakukan agar potret hasil ST2023 ini makin representatif, pendataan lapangan juga akan mencatat para pelaku usaha di bidang jasa pertanian.
“Pendataan ST2023 secara spesifik juga akan digunakan sebagai dukungan data statistik untuk kebijakan strategis pemerintah untuk reformasi penyaluran subsidi pupuk, perbaikan tata kelola dan modernisasi basis data pertanian, pengendalian laju konversi lahan, mendorong regenerasi petani milenial, serta mewujudkan program kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” kata Fadjar.
Sementara itu, Plt Kepala BPS DKI Jakarta, Dwi Paramita Dewi menilai, kegiatan sensus ini bisa menjawab bidang ketahanan pangan, kualitas dan keamanan pangan, serta bidang pertanian berkelanjutan.
“Grand desain ST2023 mengacu rekomendasi badan pangan dunia, sehingga melalui rapat ini bisa mempererat komunikasi dari sensus,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Seribu, Alfhonso Triantoro menjelaskan, dalam pelaksanaan ST2023, pihaknya melibatkan 24 orang yang berasal dari warga Kepulauan Seribu.
“Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses sensus di lapangan, khususnya komunikasi dengan pihak RT,RW dan kelurahan, mengingat dalam proses sensus ini kami menggunakan aplikasi untuk mempermudah tahapan sensus,” kata Alfhonso.
Alfhonso berharap, melalui pertemuan rapat koordinasi saat ini bisa meningkatkan koordinasi antara BPS Kabupaten Kepulauan Seribu dengan Kabupaten Kepulauan Seribu, mulai dari OPD terkait hingga pihak camat, lurah.
“Yang terpenting jangan sampai ada yang terlewatkan dalam proses pencacahan di ST2023,” tambahnya.