Kabupaten Kepulauan Seribu akan membangun tanggul pemecah ombak di Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Lurah Pulau Pari, Muhammad Adriansyah, mengatakan sebelum dilakukan pembangunan, perwakilan dari warga yang terdiri dari Ketua RT, RW, tokoh masyarakat, FKDM, LMK sebanyak 30 orang mengikuti sosialisasi guna memberikan pemahaman terkait pengerjaan tanggul pemecah ombak.
"Sosialisasi kita lakukan agar masyarakat sekitar memahami adanya pengerjaan itu. Alhamdulillah semua warga mendukung penuh pembangunan tanggul ini," kata Adriansyah, Sabtu (01/07/2023).
Adriansyah menjelaskan, dibangunnya sarana tersebut untuk melindungi daratan Pulau Lancang dari ombak laut atau pengikisan oleh air laut terhadap tanah, agar tidak habis dan nantinya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
"Rencana pembangunan sepanjang 150 meter sisi Timur dan sisi Barat 150 meter akan dilakukan pada bulan Juli,” tuturnya.
Adriansyah menambahkan, pembangunan tersebut akan dikerjakan oleh jasa konstruksi yang telah ditentukan dari Sudin SDA Kepulauan Seribu. Rencana pembangunan pada 5 Juli mendatang dengan target enam bulan atau akhir Desember selesai.
"Sosialisasi sudah, jadi kita tinggal menunggu waktu pengerjaaanya saja, saya harap bisa berjalan kondusif dan lancar tidak ada gangguan apapun," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Selatan, Angga Saputra menambahkan, pihaknya sangat mendukung adanya pembangunan breakwater dan dapat mengembalikan tanah yang terkikis ombak laut.
"Pengerjaan ini patut didukung dari sisi kondusifitas, pengamanan, hingga kelestariannya sehingga proyek ini akan berjalan dengan baik dan tepat waktu," tandasnya.