PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) menunjukkan komitmen kerjanya untuk pengembangan potensi budidaya ikan, yang ada di wilayah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
Langkah ini dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), berupa bantuan Rumah Apung Produksi Pakan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kerapu Cantik Pulau Panggang.
Kehadiran Rumah Apung yang pakannya berupa cacing maggot, menjadi pendukung bagi budidaya ikan yang dikelola Pokdakan Kerapu Cantik Pulau Panggang, terlebih lagi cacing maggot dikenal sangat efektif bagi lingkungan serta memiliki nutrisi bagi ikan.
Seperti diketahui, cacing maggot merupakan hewan yang berguna untuk mengurai sampah dan menjadi salah satu alat biokonversi. Hewan ini mengandung nutrisi dan protein hewani tinggi bagi ikan sekitar 41-42 persen, sehingga menjadi pendukung bagi pengembangbiakkan ikan yang dikelola Pokdakan Kerapu Cantik Pulau Panggang.
Direktur Utama PT Pertamina EP Regional 2 Jawa, Wisnu Hindadari menjelaskan, sebagai perusahaan subholding Upstream Pertamina Regional Jawa yang memiliki wilayah kerja OSES dan ONWJ, terus menunjukkan komitmen melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) untuk menyejahterakan masyarakat setempat yang kali ini dilakukan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
"Kami ada program Palu Gada, artinya dalam program ini dilakukan survei terlebih dahulu dengan melihat kebutuhan masyarakat yang tepat sasaran. Kali ini kita berikan bantuan berupa Rumah Apung Produksi Pakan, agar produksi ikan semakin meningkat dan menciptakan kemandirian pakan bagi pembudidaya, terlebih lagi pakan yang disiapkan dalam Rumah Apung ini adalah cacing maggot yang dikenal kaya nutrisi bagi ikan," kata Wisnu saat menyerahkan Rumah Apung Produksi Pakan kepada Pokdakan Kerapu Cantik di Pulau Panggang, Selasa (25/07/2023).
Wisnu menambahkan, melalui dukungan ini pembudidaya ikan akan merasakan keuntungannya dari sisi penguatan pakan, sehingga meringankan biaya pakan produksi ikan bisa meningkat.
Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung, merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin. Budidaya maggot tidak begitu sulit untuk dikembangkan, mengingat maggot berkembang biak dengan alami di alam sehingga mudah untuk mendapatkannya.
Hewan ini bahkan mampu bertahan hidup pada lingkungan tropis maupun subtropis, sehingga potensi mengembangbiakannya sangat mudah dilakukan di Indonesia yang memiliki iklim tropis.
Kasi Ketahanan Pangan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu, Parsan menilai, kehadiran cacing maggot bagi pembudidaya sangat penting, mengingat cacing ini menjadi salah satu komoditi utama untuk menyelesaikan masalah sampah yang ada di wilayah Kepulauan Seribu.
"Kabupaten Kepulauan Seribu menyambut positif dukungan CSR yang diberikan PHE OSES, karena nutrisi yang dimiliki cacing maggot di Rumah Apung menjadi pendukung bagi pembudidaya ikan, khususnya Pokdakan Kerapu Cantik Pulau Panggang, sehingga meningkatkan kemandirian pangan dan para pembudidaya semakin sadar akan kehadiran cacing maggot untuk dikelola, tidak hanya sebagai pakan tapi juga bisa mengurai sampah," kata Parsan.
Menanggapi hal ini, Ketua Pokdakan Kerapu Cantik Pulau Panggang, Fadil menjelaskan, pihaknya perlu bekerja keras untuk bisa mengembangbiakkan ikan yang dikelolanya, mengingat harga pakan yang semakin mahal membuat produksi ikan menurun.
"Kehadiran Rumah Apung Produksi Pakan dari PHE OSES menjadi pendukung kami dalam meningkatkan produksi ikan dengan biaya yang ekonomis, terlebih lagi kehadiran cacing maggot sebagai pakan memiliki nutrisi tinggi bagi ikan, terima kasih atas dukungan PHE OSES yang telah membantu kami menekan biaya pakan ikan," tuturnya.
Bantuan Pelatihan Selam dan Santunan
Selain memberikan bantuan Rumah Apung Produksi Pakan, Pertamina melalui PHE ONWJ juga memberikan bantuan pelatihan selam kepada puluhan pelaku usaha yang berprofesi sebagai pemandu wisata, khususnya diving di Pulau Panggang sehingga bisa meningkatkan sumber daya manusia dan pariwisata. Tidak hanya itu, Pertamina juga memberikan santunan untuk anak yatim Pulau Panggang sebagai wujud terima kasih dan dukungan yang telah diberikan masyarakat untuk mendukung kerja Pertamina.