Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta mendistribusikan bantuan sosial secara seremonial di Kantor Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Senin (07/08/2023).

Penyaluran bantuan berupa Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dan Kartu Anak Jakarta (KAJ) ini dilakukan serentak di lima kelurahan lainnya.

Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan, distribusi penyaluran bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar ini diberikan kepada 380 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Semoga pemberian bantuan ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga pengeluaran per kapita rumah tangga di Kepulauan Seribu dapat meningkat dan mendorong kenaikan mencapai batas garis kemiskinan yang telah ditetapkan," kata Junaedi.

Junaedi menjelaskan, permasalahan kemiskinan di Kepulauan Seribu merupakan masalah yang serius dan menjadi perhatian penting, sesuai data Badan Pusat Statistik Kepulauan Seribu tahun 2022, angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Seribu sebesar 14,11% dari jumlah penduduk atau sekitar 3.670 jiwa.

“Para camat dan lurah untuk secara aktif mendukung serta monitoring dalam menyukseskan kegiatan distribusi bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ ini. Bantuan ini adalah amanat, saya harap proses distribusi bantuan ini yang dilakukan bersama Bank DKI dapat berjalan efektif dan efisien serta dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sehingga tujuan kita bersama dapat tercapai," ujar Junaedi.

Tercatat, 380 KPM terdiri dari 108 di Kelurahan Pulau Tidung, 33 di Kelurahan Pulau Untung Jawa, 48 di Kelurahan Pulau Pari, 32 di Kelurahan Pulau Harapan, 77 di Kelurahan Pulau Kelapa dan 82 di Kelurahan Pulau Panggang.

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lestari menjelaskan, penerima baru bantuan sosial KLJ, KPDJ, dan KAJ ini yang namanya telah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tetapi bagi nama yang belum terdaftar dan layak untuk menerima bansos akan dilakukan pendataan kembali oleh pemerintah Pemprov DKI melalui Dinas Sosial.

"Alasan penyaluran ini lama, karena kami terus melakukan verifikasi dan validasi lapangan secara selektif agar penerima bansos ini benar tepat sasaran. Tahun 2023 penerima bantuan sosial sebanyak 240.749 jiwa, paling banyak yakni KLJ," jelasnya.

Premi mengingatkan kembali kepada penerima KPM bantuan ini untuk digunakan sesuai dengan keperluan kebutuhan pokok, bukan digunakan hal yang di luar kepentingan.

"Untuk penerima bansos hari ini, akan mendapatkan sebanyak Rp 1,8 juta yang dirapel dari Januari-Juni, jadi tiap orang mendapatkan Rp 300 ribu per bulan," pungkasnya.