Kabupaten Kepulauan Seribu membentuk Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), dalam rangka mengatasi dan menekan angka stunting.
Nantinya program ini memberikan tugas dan kepercayaan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berpartisipasi dalam penurunanan angka stunting.
Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan, untuk percepatan penurunan stunting sudah dibuat Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 463 Tahun 2023 tentang Penetapan Bapak Asuh Anak Stunting di Kepulauan Seribu. Nantinya, BAAS ini bertugas membagikan makanan tambahan dan asupan gizi baik yang mencukupi bagi balita penderita stunting.
"Bapak asuh ini melibatkan seluruh pejabat OPD, camat dan lurah di mana mempunyai tanggung jawab untuk memberikan asupan gizi dalam rangka pertumbuhan anak stunting," kata Junaedi, Sabtu (19/08/2023).
Junaedi merinci, saat ini di Kepulauan Seribu terdapat 135 anak stunting di antaranya 16 anak di Kelurahan Pulau Tidung, Kelurahan Pulau Pari 16 anak, Kelurahan Pulau Untung Jawa 5 anak, Kelurahan Pulau Panggang 38 anak, Kelurahan Pulau Kelapa 42 anak dan Kelurahan Pulau Harapan 18 anak.
"Penurunan angka stunting ini juga melibatkan petugas kesehatan Puskesmas, RT/RW, kader PKK dan kader posyandu, yang mana setiap bulannya ada pemeriksaan di posyandu balita," ujarnya.
Junaedi mengharapkan, dengan adanya bapak asuh ini dapat mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Di mana, bapak asuh ini lebih peduli untuk memberikan tambahan makanan bergizi kepada anak stunting yang ada di enam kelurahan.
"Saya minta ada komitmen bersama, mulai dengan pemberian makanan ini dilakukan tiap bulan dan dilakukan pemantauan berat badan maupun kesehatannya. Kita harapkan dengan adanya bapak asuh ini tidak ada lagi anak stunting di Kepulauan Seribu," harapnya.
Sementara itu, Kepala Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu, Setyadi Pramono menambahkan, pihaknya telah mulai menjalankan tugas tersebut, dengan memberikan asupan makanan bergizi, seperti susu, biskuit anak, dan sebagainya. Ia memiliki satu anak asuh stunting dari RT 01/02 Kelurahan Pulau Panggang yang berusia 3 tahun.
"Kami sangat mendukung program ini. Anak asuh kami ini akan terus dipantau kesehatan dan asupan gizinya, hingga balita ini bisa dinyatakan sehat," pungkasnya.