Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan sosialisasi pembangunan rumah susun di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
Lurah Pulau Panggang, Muhammad Fakih Burhanudin mengatakan, sosialisasi dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta diikuti sekitar 100 orang perwakilan dari RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), FKDM, tokoh masyarakat, hingga kader PKK.
"Kegiatan ini diadakan untuk menyampaikan penjelasan dan mendapatkan masukan serta saran mengenai rencana pengembangan proyek rumah susun, yang mana nantinya akan terdiri dari beberapa fasilitas utama beserta potensi dampaknya," ujar Fakih, Rabu (30/08/2023).
Fakih menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyediakan hunian yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang bertujuan menangani kawasan permukiman padat.
“Rumah susun juga memiliki banyak keunggulan bagi masyarakat, selain dapat memiliki rumah tinggal yang layak huni, masyarakat juga mendapatkan legalitas hukum lengkap, lokasi strategis, harga murah yang menjadi daya tarik masyarakat untuk bisa tinggal di dalamnya,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Utara, Angga Saputra mengaku, sosialisasi ini sangat penting untuk diinformasikan kepada warga. Pembangunan rumah susun ini juga merupakan usulan dari warga, yang mana kondisi permukiman warga di Pulau Panggang semakin padat. Dengan luas lahan yang tidak bertambah, namun tiap tahun warganya bertambah.
"Rumah susun ini memang dinantikan warga, berharap pembangunan benar direalisasikan dan warga bisa segera menempati," ungkapnya.