Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu, sudah memasang alat ukur kualitas udara ambien dengan metode passive sampler di Pulau Tidung, Pulau Panggang, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa.
Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sudin LH Kepulauan Seribu, Sri Hayyu Alynda Heryati mengatakan, pemasangan alat ukur udara ini merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, untuk pemantauan kualitas udara ambien dalam parameter Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
"Alat ini kami pasang di area perkantoran dan permukiman warga," ujar Hayyu, Minggu (10/09/2023).
Hayyu menjelaskan, metode passive sampler adalah media sampel yang berfungsi untuk menyerap gas polutan SO2 dan NO2 di udara. Hasil dari penyerapan tersebut nantinya digunakan sebagai dasar perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) pada suatu wilayah.
"Semakin tinggi nilai IKU maka semakin baik kualitas udara ambien," ungkapnya.
Hayyu menjelaskan, pemantauan passive sampler di Kepulauan Seribu dilakukan selama 14 hari, pada 20 September nanti akan dilepas dan dibawa ke laboratorium.
"Pengukuran kualitas udara ambien kali ini adalah tahap kedua, tahap pertama telah dilakukan pada Juli lalu dengan hasil kualitas udara di Kepulauan Seribu sangat baik," terangnya.
Hayyu menambah, kegiatan ini untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta yang saat ini kurang baik. Melalui metode ini, hasil pemantauan udara yang diperoleh pun akan lebih presisi.
"Semoga pengukuran tahap kedua ini mendapatkan hasil yang sama seperti sebelumnya, di mana kondisi udara di Kepulauan Seribu sangat baik," tandas Hayyu.