Sayuran pakcoy dan sawi hijau yang ditanam dengan sistem hidroponik di RPTRA Tanjong Timur Pulau Panggang Kepulauan Seribu Utara, habis dibeli warga setempat.
Pengurus RPTRA Tanjong Timur, Fitriana mengatakan, usai panen ada sebanyak 20 ikat atau 10 kilogram sayuran yang dikemas dan dijual dengan harga Rp 5 ribu.
“Panen kali ini sebanyak tiga kilogram sawi hijau dan tujuh kilogram pakcoy. Alhamdulillah panen hari ini langsung habis dibeli. Meskipun tidak banyak, sekitar Rp 100 ribuan, tapi menambah pemasukan kas kami dan untuk beli bibit kembali," ujar Fitriana, Selasa (10/10/2023).
Fitriana menambahkan, proses menanam pakcoy membutuhkan waktu hingga satu bulan mulai dari pembibitan hingga tahap panen. Pengembangan tanaman dengan sistem hidroponik itu mendapatkan bantuan dari Sudin KPKP Kepulauan Seribu dan Kader TP PKK Kepulauan Seribu.
“Selain media hidroponik para pengurus juga biasa bercocok tanam dengan media konvensional atau tanah. Sayuran hidroponik ini dijamin sehat dan lebih lezat. Sebelum panen, kita sosialisasikan ke warga sehingga saat panen langsung ludes terjual," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Rini (27) mengaku, dirinya sering membeli sayuran hidroponik dari RPTRA, hasil sayurnya cukup besar dan segar.
"Harga cukup terjangkau, menurut saya rasa sayur hidroponik berbeda dengan media konvensional, karena di Pulau jarang sayur hidroponik mendengar ada panen saya langsung pesan dari hari sebelumnya," pungkasnya.