Kabupaten Kepulauan Seribu menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Kamis (12/10/2023).
Kegiatan yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Seribu, Eric Lumbun, turut dihadiri Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kabupaten (Subanppekab) Kepulauan Seribu, Maksum, serta SKPD/UKPD terkait.
“Rembuk ini merupakan aksi ke 3 dari 8 aksi Integrasi Intervensi Penurunan Stunting, sehingga perlu dilakukan dengan melibatkan SKPD/UKPD terkait,” kata Eric.
Eric menjelaskan, sebelumnya pada 26 Juni 2023 Subanppekab Kepulauan Seribu telah melaksanakan Analisa Situasi yang merupakan aksi 1 dari 8 aksi Integrasi Intervensi Penurunan Stunting, yaitu mengindentifikasi sebaran stunting dan ketersediaan program dalam upaya pelaksanaan intervensi dan upaya penurunan stunting.
“Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengumpulan data dan informasi pemetaan program kegiatan,” tuturnya.
Eric menambahkan, dari data yang didapat secara keseluruhan prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Seribu menurun dari tahun 2021 yaitu 8,30 persen menjadi 6,48 persen di tahun 2022.
“Kabupaten Kepulauan Seribu terus melakukan program yang bisa menekan angka stunting, salah satunya melibatkan SKPD/UKPD untuk menjadi Bapak Asuh bagi anak-anak stunting,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Subanppekab Kepulauan Seribu, Maksum menjelaskan, enam kelurahan di Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi lokasi fokus stunting berdasarkan data analisa situasi bulan Mei tahun 2023.
“Pada rembuk ini, kita akan menyepakati Rencana Kegiatan UKPD tersebut dan membuat komitmen bersama seluruh perangkat Kabupaten dalam upaya penurunan stunting, kita berharap dengan adanya komitmen bersama ini, angka stunting di Kepulauan Seribu terus menurun,” tambahnya.