Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, melakukan Pemantauan Penyakit Ikan (PIK) dan Kualitas Air di wilayah Kepulauan Seribu.

Ketua Sub Kelompok Perikanan Budidaya, Bidang Perikanan, Dinas KPKP DKI Jakarta, Hendri Wulan Agustina mengatakan, kegiatan pemantauan yang diselenggarakan sejak 12-13 Oktober, bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah dan introduksi penyakit baru, yang dapat merusak potensi perikanan khususnya di wilayah Kepulauan Seribu.

"Kegiatan ini kami lakukan dengan pengambilan sampel pada ikan dan kualitas air, yang kemudian akan diperiksa di laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan PPISHP dan hasilnya akan diketahui dalam sepekan," kata Wulan, Jumat (13/10/2023).

Wulan menambahkan, kegiatan ini dilakukan di Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung, Pulau Kelapa Dua dan Pulau Panggang.

"Kita juga telah melakukan sosialisasi, apabila ditemukan ikan yang sakit, untuk segera dilakukan pemisahan ikan dan perendaman ikan menggunakan air tawar. Tapi kami percaya, Kelompok Pembudidaya Ikan Kepulauan Seribu sudah paham terkait antisipasi ini, sehingga ikan-ikan di sini dalam keadaan sehat semua," ungkapnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Elis Rora menambahkan, kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkecimpung dalam kegiatan budidaya ikan, nantinya hasil pemantauan penyakit ikan dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendapatkan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

"Tentunya kegiatan ini didukung oleh pemilik keramba atau Pokdakan. Dengan harapan dapat mendeteksi dini penyakit, sehingga dapat mencegah kematian massal ikan yang bisa mengakibatkan kerugian ekonomi dalam berbudidaya," pungkasnya.