Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Substansi KU V Pengawasan Pelayanan Publik Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Ruang Pola Taman Nasional Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka.

Kegiatan yang mengusung tema "Ekowisata Bahari Kepulauan Seribu” diikuti sebanyak 23 anggota Ombudsman RI perwakilan dari berbagai daerah seperti Tangerang, Banten, Jakarta dan lainnya.

Fadjar mengatakan, pihaknya yang mewakili Bupati Kepulauan Seribu sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ombudsman RI. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat.

"Jika dikorelasikan dengan sektor pariwisata sebelumnya masyarakat Kepulauan Seribu awalnya adalah nelayan tangkap, kemudian beralih nelayan budi daya dan sektor pariwisata," ujarnya, Kamis (19/10/2023).

Fadjar menambahkan, sektor pariwisata ini tentu sangat erat hubungannya dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, dengan berkembangnya UMKM di masyarakat akan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI, Hery Susanto menjelaskan, tujuan dari kegiatan bimtek ini untuk melakukan peninjauan lapangan di area vegetasi hutan mangrove dan laut sebagai objek sektor kelautan perikanan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

"Semoga dari kegiatan ini dapat mengidentifikasi potensi wisata di Kepulauan Seribu, memberikan masukan bagi pihak pengelola untuk dijadikan acuan sebagai proses pengembangan ekowisata bahari dan juga memberikan manfaat," jelas Hery.

Hery menambahkan dalam mewujudkan pariwisata bahari, peranan seluruh pemangku kebijakan sangat penting dan masyarakat juga turut terlibat. Hal ini ditujukan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton tetapi juga turut serta menjaga, merasa memiliki, dan ikut menyukseskan penerapan bisnis pariwisata.

"Berharap Pemerintah dapat merumuskan suatu kebijakan mengenai proteksi lingkungan dalam pembangunan pariwisata. Karena tanpa dukungan dari masyarakat lokal akan mengalami banyak gangguan dalam pelaksanaannya," tandasnya.