Pulau Bidadari menjadi idaman wisatawan Kepulauan Seribu, selama periode Oktober tahun 2023 untuk kategori pulau-pulau resort.

Pulau yang berada di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, berhasil mengalahkan beberapa pulau resort lainnya.

Berdasarkan data Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, ada sebanyak 536 wisatawan yang mengunjungi pulau peninggalan kolonial Belanda selama Oktober 2023.

Untuk peringkat kedua kunjungan wistawan di pulau resort adalah Pulau Putri dengan jumlah 528 orang, Pulau Macan berjumlah 413 orang, Pulau Pelangi berjumlah 351 orang dan Pulau Kotok Tengah berjumlah 35 orang.

Secara keseluruhan, ada 1.864 wisatawan yang mengunjungi pulau-pulau resort di Kepulauan Seribu, di mana 1.348 adalah wisatawan nusantara dan 516 adalah wisatawan mancanegara.

Pulau Bidadari yang kini dikelola PT Seabreez Indonesia, anak perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, menjadi destinasi sempurna bagi pengunjung yang mencari ketenangan, keindahan alam dan aktivitas menyenangkan di sekitar Kepulauan Seribu.

Dengan aksesnya yang dekat dengan daratan Jakarta, Pulau Bidadari menawarkan pesona alamnya serta fasilitas yang mendukung, seperti menikmati sunrise di Pantai Tiga Warna, memancing di dermaga, olahraga air, bersepeda mengelilingi pulau, berenang bersama lumba-lumba, berenang di kolam infinity pool dan menikmati sunset sambil berenang.

Pada masa penjajahan Belanda, Pulau Bidadari memiliki nama Pulau Sakit. Pada abad ke-17 oleh pemerintah Belanda, Pulau Sakit dijadikan lokasi rumah sakit dan tempat pengasingan untuk para penderita kusta. Namun pada masa kemerdekaan Pulau Sakit ditinggalkan dan menjadi telantar.

Pada 1970-an Pulau Sakit kembali dibangun dan hingga sekarang dijadikan sebagai pulau wisata dengan nama Pulau Bidadari. Nama Pulau Bidadari terinspirasi dari nama pulau lainnya yang bernama Pulau Putri dan Pulau Nirwana.

Pulau Bidadari sendiri memiliki beberapa keunikan, yaitu ditumbuhi tanaman-tanaman langka seperti pohon kayu hitam dan pohon perdamaian. Selain itu terdapat sebuah benteng bernama Benteng Martello. Benteng ini merupakan benteng pertahanan bekas penjajahan Belanda.