Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Temu Diskusi bersama Kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL BM) yang ada di Kepulauan Seribu.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Selasa, (30/01/2024), bertujuan untuk mengantisipasi isu global yang saat ini sedang mencuat tentang perubahan iklim, bahkan mempengaruhi ekosistem bawah laut salah satunya telah terjadi coral bleaching di beberapa wilayah perairan DKI Jakarta. 

"Coral Bleaching atau yang dikenal dengan nama pemutihan karang adalah peristiwa menghilangnya alga Zooxanthellae dari tubuh karang. Peristiwa ini perlu ditangani dengan serius karena dapat menjadi penyebab matinya karang," kata Kepala Bidang Kelautan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Imam Fitrianto.

Imam menjelaskan, alga bisa menghilang karena perubahan suhu air laut menjadi lebih hangat atau tidak dingin, sehingga timbut lumut kecil yang menyebabkan pemutihan karang. Pada tahun 1998, saat terjadi el Nino, peristiwa coral bleaching pun pernah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kepulauan Seribu.

Perlu ketahui, warna-warni pada terumbu karang ini dipengaruhi oleh pigmen alga Zooxanthellae, maka itu kelompok masyarakat di sekitar perairan Kepulauan Seribu untuk melakukan tindakan preventif. 

"Melalui kegiatan ini, sangat berharap kepada Kelompok DPL BM untuk dapat melakukan pemantauan, pencatatan dan pelaporan kejadian coral bleaching serta penanganannya sehingga terumbu karang dan ekosistem yang terasosiasi dapat terjaga di DKI Jakarta," harapnya. 

Kegiatan yang melibatkan sekitar 50 orang perwakilan dari Kelompok DPL BM se-Kepulauan Seribu, turut dihadiri Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi.

"Pemutihan karang menjadikan laut kehilangan jiwa estetikanya, sehingga wisata laut jadi kurang diminati wisatawan. Nantinya usai kegiatan ini, para Kelompok  DPL BM yang telah ditunjuk oleh kelurahan, untuk  turut menjaga kelestarian laut kita," ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta, DPL-BM Lestari Indah  Pulau Tidung, Adi Irawan mengaku senang dapat diundang dalam pertemuan penting ini, mengingat terumbu karang mempunyai peranan penting untuk kelestarian ekosistem laut khususnya di Kepulauan Seribu. 

"Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk menjaga perairan laut di Kepulauan Seribu. Sebab, dengan dijaga sejak dini, kelak suatu hari nanti dengan bangga kita bisa mengenalkan laut yang biru, karang yang indah dan berwarna-warni kepada generasi mendatang," pungkasnya.