Dua warga Kabupaten Kepulauan Seribu dipastikan masuk dalam nominasi penerima Kalpataru tahun 2024, yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Kepala Seksi Peran serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup  Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih mengatakan, dua warga Kepulauan Seribu menjadi kandidat kuat sebagai nominasi penerima penghargaan Kalpataru tahun 2024.

"Ada 2 orang yang masuk nominasi, yaitu Saini salah seorang petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang ada di Pulau Kelapa sebagai kategori pengabdi, satu lagi adalah Rumah Literasi Hijau di Pulau Panggang untuk kategori penyelamat, kita patut bangga," ujarnya, Jumat (29/03/2024).

Penghargaan Kalpataru adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Tercatat, Saini (39) petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu ini merupakan seorang penggiat konservasi karang dan mangrove di Pulau Kelapa.

"Tahun 2007 saya aktif sebagai pelestari lingkungan ekosistem perairan dan pemandu wisata. Mengembangkan edu wisata, penamaan mangrove, dan transplantasi karang dengan metode rocklife, sejak tahun 2017," terangnya.

Sementara itu, Mahariah, salah seorang pendiri Rumah Literasi Hijau, yang juga salah seorang guru di MIN 17 Kampus B, Pulau Panggang menjelaskan Rumah Hijau adalah kelompok yang bergerak dalam pengelolaan sampah plastik di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.

"Kami menggerakkan pulauku nol sampah, melakukan penanaman mangrove seluas 8 hektare, dari kegiatan itu semua kami bersyukur pada tahun 2021 mendapatkan penghargaan proklim, dan menjadi kampung iklim utama," tandasnya.