Baznas Bazis DKI Jakarta melakukan panen ikan kerapu cantang, yang berhasil dibudidayakan di perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Selasa (02/07/2024).
Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Ahmad Abubakar mengatakan, panen kali ini merupakan panen perdana ikan kerapu cantang, setelah dilakukan budidaya oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Keramba Apung Tidung Mandiri sejak November 2023 lalu.
"Alhamdulillah, pada hari ini kami telah melaksanakan panen perdana ikan Kerapu Cantang yang kami budidayakan bersama Pokdakan di sini. Luar biasa, panen kali ini menghasilkan sebanyak 500 kilogram ikan," ujarnya.
Abubakar menjelaskan, satu ekor ikan kerapu cantang hasil budidaya ini memiliki bobot atau berat mencapai 8-9 ons, apabila dijual per kilogram ikan tersebut dapat dikenakan harga Rp 100 ribu per kilogram. Tentunya, hasil panen ini dapat membantu pendapatan keluarga para nelayan setempat.
"Budidaya ini merupakan program Pengembangan Budidaya Ikan Laut Konsumsi (Senyum Teluk Jakarta-red), yang tahun lalu kami telah dibagikan 24.000 benih ikan kerapu cantang," ungkapnya.
Tercatat, kegiatan ini melibatkan Yayasan Baitul Maal (YBM) Brilian dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
“Kegiatan ini dapat terus dilanjutkan oleh para nelayan maupun Pokdakan, sehingga nantinya kegiatan ini dapat membuka peluang pekerjaan bagi para nelayan lainnya, kami juga mengapresiasi kepada Pokdakan Keramba Apung Tidung Mandiri yang menyisihkan 20 persen hasil panen ini dan dititipkan kepada Baznas Bazis,” kata Abubakar.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kepulauan Seribu, Purnomo menyampaikan apresiasi dan dukungan atas keberhasilan budidaya ikan kerapu cantang oleh para nelayan atau Kelompok Pembudidaya Ikan di Pulau Tidung.
"Ini sungguh luar biasa, kerja sama dari YBM Brilian, Baznas Bazis DKI Jakarta dan juga Sudin KPKP Kepulauan Seribu ini untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya.
Purnomo berharap, kegiatan ini bisa direplikasikan oleh para nelayan lainnya yang ada di Kepulauan Seribu. Sebab, dengan kegiatan ini dapat mendukung salah satu program Pemerintah, yakni Kepulauan Seribu sebagai wilayah lumbung pangan, baik hasil dari perairan maupun pertaniannya.
"Ini merupakan hasil yang luar biasa, karena bisa mendukung program ketahanan pangan atau food security serta menjadikan Kepulauan Seribu sebagai lumbung pangan.Semoga dengan kegiatan ini dapat memberi semangat para nelayan, serta dapat berkelanjutan dan menghasilkan ikan yang lebih banyak lagi," tandasnya.