Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Sekaya Maritim Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Utara.
Kegiatan yang melibatkan 50 peserta yang berasal dari Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua dan Pulau Harapan, berlangsung mulai 9-12 Juli.
Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati mengatakan, pelatihan diversifikasi produk olahan perikanan ini untuk menambah wawasan dan ilmu baru kepada masyarakat, mengingat Kepulauan Seribu sebagai penghasil ikan yang beragam jenisnya.
"Pelatihan ini menyasar bagi pelaku usaha binaan JakPreneur Sudin KPKP, TP PKK, Dasawisma, Jumantik, dan Pengurus RPTRA. Tujuan utama dari kegiatan ini untuk meningkatkan jenis olahan makanan sehat dan bergizi berbahan dasar ikan, untuk pemenuhan gizi keluarga, untuk mencegah stunting, serta menambah nilai ekonomi keluarga ," ujar Nurliati, Selasa (09/07/2024).
Nurliati menilai, pelatihan ini juga dapat mengembangkan usaha atau perintisan usaha dalam peningkatan nilai tambah produk ikan konsumsi terkait peningkatan ekonomi.
"Peserta akan dilatih chef profesional di bidangnya dengan berbagai masakan ikan, misalnya samosa, woku, nugget, otak-otak, sate dan lain sebagainya. Jadi tidak hanya olahan gorengan atau bakar, tapi mereka bisa lebih kreatif dan terampil," jelasnya.
Nurliati menambahkan, untuk mendorong semangat peserta, usai pelatihan akan mendapatkan satu set alat masak. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan semangat dalam memasak olahan ikan, jika telah mahir dan terampil tentunya masakan tersebut bisa menjadi oleh-oleh khas Kepulauan Seribu.
"Pesan saya ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, ikuti resep-resep baru yang diberikan pelatih. Tentu program ini akan rutin diadakan dan berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa, Muslim menyambut baik dan positif kegiatan pelatihan olahan ikan, yang mana merupakan sumber utama pencaharian warga pulau yaitu ikan.
"Para peserta sangat antusias, mudah-mudahan ilmu memasak ini bisa mereka aplikasikan di rumah masing-masing. Dengan begitu suami dan anak-anak mereka akan semakin sayang," ucapnya.
Menanggapi hal ini, salah satu peserta, Laili (36) warga Pulau Harapan mengaku bersyukur dan senang bisa mengikuti pelatihan diversifikasi olahan ikan tersebut, sehingga bisa memasak banyak menu baru.
"Sangat seru, karena chef-nya sangat profesional. Mudah-mudahan dengan olahan ikan ini kita dapat memberikan makan bergizi untuk keluarga dan angka stunting di Pulau Seribu tidak ada lagi," tandasnya.