Kepulauan Seribu tidak hanya menampilkan destinasi wisata alam, namun juga wisata kuliner atau makanan olahan khas masyarakat.
Memanfaatkan pangan yang ada, masyarakat Kepulauan Seribu banyak memanfaatkan buah sukun menjadi makanan olahan seperti keripik sukun.
Salah satunya Asminah (50) yang merupakan pegiat UMKM di Pulau Pramuka, yang sudah memiliki usaha berjualan keripik sukun selama 20 tahun.
Menurut Aminah, untuk membuat keripik sukun harus memilih buah sukun duri segar, berkulit hijau dan masih tanggung atau setengah matang.
“Awalnya sukun duri dikupas bagian kulitnya, lalu direndam dalam air, untuk menghilangkan getah pada buah tersebut, kemudian cuci bersih, selanjutnya buah diiris tipis menggunakan alat pemotong tradisional,” kata Aminah, Sabtu (13/07/2024).
Aminah mengaku, dalam pembuatan keripik sukun perlu ketelitian dan ketelatenan, sehingga menghasilkan keripik yang gurih dan enak.
“Irisan buah sukun dimasukkan ke dalam wadah yang berisikan larutan bumbu halus, yang terdiri dari kunyit, bawang putih, garam, penyedap rasa dan air secukupnya. Selanjutnya rendam irisan buah sukun sampai bumbu meresap sempurna, tiriskan lalu siap untuk digoreng dalam minyak panas sampai matang, dengan warna kuning keemasan, angkat dan tiriskan,” jelasnya.
Keripik sukun yang sudah siap dikemas dalam plastik seberat 250 gram dengan harga Rp 15 ribu.
"Biasanya saya mendapatkan omset penjualan saat musim buah sukun tiba, sebesar Rp 3 juta setiap bulan,” tambah Aminah.