Sebanyak 15 warga di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, mengikuti kegiatan Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan, yang dilaksanakan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu.
Kasi Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Pisuko Herawati mengatakan, pelatihan diversifikasi produk olahan perikanan ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat Kepulauan Seribu.
"Selain sebagai upaya pencegahan dan penurunan angka stunting, para ibu rumah tangga bisa memahami teori cara pengolahan ikan yang baik, dengan menerapkan prinsip-prinsip sanitasi dan hygiene dalam pengolahan makanan, sehingga menghasilkan bahan pangan olahan yang sehat dan bergizi," katanya, Senin (15/07/2024).
Hera menyampaikan, kegiatan pengolahan ikan tersebut menghadirkan dua orang narasumber ataupun juru pengolahan dari Balai Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan, dan Perikanan RI, Dr. Suryanti dan Hasta Octavani.
"Sebelumnya, kegiatan pembukaan dilakukan di Pulau Kelapa Dua, kemudian dilanjut di Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Pari dan terakhir di Pulau Untung Jawa, dengan total sebanyak 100 peserta," terangnya.
Hera berharap, melaui pelatihan pengolahan ikan mampu menciptakan usaha kecil rumahan pengolahan makanan hasil laut, serta mampu memberikan keragaman produk olahan hasil laut yang sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
"Para peserta diberikan sarana olahan perikanan berupa food processor. Mudah-mudahan ilmu yang mereka terima dapat memberikan nilai tambah sehingga pendapatan perkonomian mereka meningkat dan sejahtera," harapnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Sidartawan menyambut baik dan positif kegiatan pelatihan olahan ikan tersebut, mengingat sumber utama pencaharian warga pulau merupakan ikan.
"Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih, mudah-mudahan ilmu memasak ini bisa mereka aplikasikan di rumah masing-masing. Dengan begitu suami dan anak-anak mereka akan semakin sayang," tandasnya.