Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Lestari Pulau Pramuka, yang merupakan binaan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu, berhasil panen empat puluh kilogram sayuran pakcoy dari metode hidroponik.
Menurut Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, sayuran yang dipanen merupakan hasil menanam selama tiga puluh hari dan siap untuk dipanen.
"Kita panen sayur pakcoy dari lima rak hidroponik, masing-masing berukuran 1,5 dan 2 meter," ujarnya, Selasa (25/03/2025).
Nurliati menyampaikan, hasil panen sayuran tersebut akan diberikan kepada kelompok tani dan juga dipasarkan kepada warga sekitar dengan harga per kilogram Rp 25 ribu dan Rp 5 ribu untuk per ikatnya.
"Hasil penjualan digunakan untuk pembelian kembali bibit dan pupuk. Kita berharap pola tanam seperti ini bisa lebih dikembangkan di pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu, terutama pulau berpenghuni, sehingga dapat membantu pemenuhan gizi keluarga serta menurunkan angka stunting di Kepulauan Seribu," terangnya.
Sementara itu, Ketua KWT Hijau Lestari, Nur Lela menambahkan, di pekarangan rumah seluas 2x3,5 meter persegi, pihaknya memiliki lima rak hidroponik, yang tiap raknya terdapat ukuran yang berbeda-beda.
"Kami bisa panen lebih dari satu kali dalam sebulan. Selain pakcoy, juga ada kangkung dan tanaman sawi, semoga ini mampu menjaga ketahanan pangan, budi daya tanaman hidroponik ini juga dapat menambah pemasukan bagi para anggota," tandasnya.
Perlu diketahui kegiatan panen sayuran hidroponik ini dihadiri juga oleh Kepala Subdirektorat Universitas Indonesia (UI), Dr. Filia, S.S., M.Si, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mahasiswa dari Universitas Jerman.