Lurah Pulau Kelapa, Muslim mengapresiasi mitra Pemerintah, Philipina, Indonesia, dan Srilanka (Phinla), dalam upaya meningkatkan tata kelola pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Lurah Pulau Kelapa, Muslim, saat menghadiri pertemuan Standar Layanan Pengelolaan Sampah, yang dilakukan Phinla menilai, perlu adanya kolaborasi antara warga dan Pemerintah dalam menciptakan Pulau Kelapa sebagai wilayah dengan tata kelola sampah yang ideal.

“Salah satu upaya konkret yang terus didorong adalah penguatan peran bank sampah sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga,” kata Muslim, Jumat (16/05/2025).

Muslim mengaku, pihaknya mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari rumah dan menjual sampah anorganik ke bank sampah yang tersedia di lingkungan mereka.

"Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari perubahan signifikan dalam sistem pengelolaan sampah di Pulau Kelapa, sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain di Kepulauan Seribu," tandasnya.

Tercatat, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah elemen masyarakat, di antaranya Koordinator Akuntabilitas Sosial Phinla, Ketua RW dan RT Kelurahan Pulau Kelapa, perwakilan PKK, Dasawisma, Jumantik, pengurus bank sampah se-kelurahan, serta relawan CVA dari Pulau Kelapa dan Kelapa Dua.

Phinla yang merupakan mitra Pemerintah dalam pengelolaan sampah di Pulau Kelapa dan Kelapa Dua, hadir dengan tujuan mendorong pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Salah satu pendekatan utama yang digunakan Phinla adalah Citizen Voice and Action (CVA) atau Suara dan Aksi Warga Negara. Melalui pendekatan ini, disediakan ruang dialog antara warga sebagai penerima layanan dan Pemerintah sebagai penyedia layanan pengelolaan sampah.

“Dialog ini penting untuk saling menyampaikan tantangan maupun peluang, sehingga dapat ditemukan solusi bersama yang konkret,” ujar Mordekhai Lalong, Koordinator Akuntabilitas Sosial program Phinla Fase 2.