Karang Taruna Pulau Sabira menjadi saksi dari komitmen PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) dalam pelestarian penyu sisik di Kepulauan Seribu.
Melalui implementasi program pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan, PHE OSES menggagas program Tiga Perisai yang fokus pada pelestarian penyu sisik di Kepulauan Seribu, dengan melibatkan Karang Taruna Pulau Sabira.
Salah satu aksi nyata yang telah dijalankan PHE OSES mencakup pembangunan berbagai fasilitas untuk menunjang pelestarian penyu seperti rumah penyelamatan dan penetasan telur penyu, yang sudah beroperasi sejak 2022. Sebagai wadah edukasi generasi muda untuk mempelajari siklus kehidupan penyu, PHE OSES juga mendirikan pondok yang dilengkapi informasi tentang penyu yang komprehensif.
Fenomena natal homing, atau kebiasaan penyu betina kembali ke pantai kelahirannya untuk bertelur, menjadi bukti kuat bahwa upaya pelestarian memberi dampak jangka panjang.
Terlebih lagi, penyu sisik merupakan salah satu spesies penyu laut yang terancam punah. Perlindungan habitat, pengawasan ketat terhadap perburuan, serta edukasi masyarakat menjadi bagian penting dari upaya pelestariannya. Di Pulau Sabira, ketiganya berjalan berdampingan, dipelopori oleh semangat anak muda dan dukungan lintas sektor.
Ketua Karang Taruna Pulau Sabira, Gunawan mengapresiasi komitmen dan dukung PHE OSES yang selama ini telah membantu pelestarian Penyu Sisik di Pulau Sabira.
“Karang Taruna Pulau Sabira sangat terbantu dengan dukungan PHE OSES dalam pelestarian Penyu Sisik, khususnya dari sisi pengawasan dan pengelolaan. Tahun lalu PHE OSES membantu membangun pondok edukasi. Nantinya kita harapkan juga dukungan CCTV dan pengelolaan destinasi Penyu Sisik bagi pariwisata di Pulau Sabira, yang melibatkan pelaku usaha sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Gunawan, Jumat (20/06/2025).
Menurut data terbaru, sepanjang Januari hingga April 2025, sebanyak 2.627 butir telur penyu ditemukan di Pulau Sabira. Dari jumlah tersebut, 2.531 butir berhasil diselamatkan dari predator dan ditetaskan. Sebagian di antaranya berasal dari induk penyu yang diyakini kembali ke Pulau Sabira, tempat asal mereka menetas.
Komitmen PHE OSES dalam pelestarian penyu sisik di Kepulauan Seribu tidak berhenti di situ, melainkan mengikutsertakan Karang Taruna Pulau Sabira dalam berbagai ajang penghargaan pelestarian lingkungan hidup, di antaranya Indonesia Sea Turtle Symposium and The Greater Coral Triangle Region di Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan WWF Indonesia.
Head of Communication & Relations PHE OSES, Indra Darmawan menegaskan, pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
“Seiring dengan perayaan Hari Penyu Sedunia pada 23 Mei dan Hari Penyu Laut Sedunia 16 Juni, kami mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh pihak selama ini, termasuk dukungan dari Kabupaten Kepulauan Seribu dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA-red) DKI Jakarta dalam menjaga habitat penyu ini,” ujarnya.