Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Seribu, menggelar program pembinaan statistik bertajuk Kelurahan Cinta Statistik atau Kelurahan Cantik, yang diselenggarakan di Gedung Karang  Taruna, Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Selasa (24/06/2025). 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jabodebek, Nuning Isnainijati, Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanuddin, Kepala BPS Kepulauan Seribu, Alfonso Triantoro, Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang, Muhammad Nuralim serta warga setempat.

Kepala BPS Kepulauan Seribu, Alfonso Triantoro, menyampaikan, program ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi dan literasi data di tingkat kelurahan, agar perencanaan pembangunan dapat lebih tepat sasaran.

“Kelurahan Cantik adalah bentuk tanggung jawab BPS dalam pembinaan statistik sektoral, agar perangkat kelurahan dan masyarakat dapat berperan aktif dalam pengelolaan dan pemanfaatan data,” ujar Alfonso di Pulau Panggang, Selasa (24/06/2025).

Menurutnya, program ini juga mendorong terbentuknya agen-agen statistik di tingkat lokal, yang dibekali pelatihan agar mampu mengelola data secara tepat dan sesuai kaidah statistik.

"Total ada sebanyak 74 peserta dari unsur ASN, Dasawisma hingga PPSU turut hadir dan mengikuti pelatihan," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang, Muhammad Nuralim, turut menyampaikan dukungannya atas program ini.

“Saya sering mengajak teman-teman dari BPS ke pulau terjauh seperti Pulau Sabira, agar tahu bahwa Jakarta punya wilayah di ujung perbatasan Lampung,” ujarnya.

Nuralim berharap, program ini tidak bersifat seremonial, melainkan dapat terus berlanjut dan menjadi model pembinaan di kelurahan-kelurahan lainnya. Bahkan ia menyatakan optimismenya bahwa Pulau Panggang bisa menjadi percontohan terbaik dalam penerapan Kelurahan Cantik di Kepulauan Seribu.

“Mudah-mudahan Pulau Panggang bisa jadi role model, bukan hanya di Kepulauan Seribu, tapi juga di seluruh wilayah DKI Jakarta,” tutupnya.