Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, melakukan Sosialisasi Peningkatan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Pulau Pramuka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam menciptakan lingkungan permukiman, yang sehat dan mendukung pariwisata berkelanjutan di wilayah Kepulauan Seribu.
Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab menjelaskan, SPALD-T bertujuan mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, terutama kontaminasi bakteri E. coli yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
“Air tanah yang tercemar limbah domestik sangat berisiko. Bila tidak ditangani, bisa menyebabkan berbagai penyakit dan mencemari laut, bahkan berdampak pada sektor pariwisata,” ujarnya, Senin (28/07/2025).
Seperti diketahui, sistem SPALD-T di Pulau Pramuka terbagi dalam lima zona pelayanan dengan kapasitas pengolahan antara 30–45 meter kubik/hari. Namun, seiring pertumbuhan penduduk, timbulan air limbah diperkirakan meningkat dari 211 meter kubik/hari menjadi 373 meter kubik/hari pada 2044. Untuk itu, Sudin SDA tengah melakukan peningkatan kapasitas hingga 400 m³/hari dengan pembangunan delapan tangki pengolahan berteknologi aerob dan anaerob.
Sistem ini akan dilengkapi dengan jaringan perpipaan terpusat yang menghubungkan zona-zona permukiman ke satu titik pengolahan utama di bagian belakang pulau.
"Selain mendukung kesehatan lingkungan, program ini juga mendukung citra Pulau Pramuka sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman. Pembangunan sistem pengolahan air limbah ini ditargetkan rampung pada akhir Desember tahun ini," jelas Mustajab.
Sementara itu, Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Pulau Panggang, Nur Rohim (48) menyampaikan harapannya agar proyek ini mampu membawa manfaat langsung.
“Kami berharap ada dampak nyata terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian lokal,” ujarnya.