Kebutuhan perbaikan kapal bagi nelayan di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mendapat perhatian dari PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES).
Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Pulau Sabira, mengingat akses yang terbatas mengakibatkan biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, karena harus dilakukan di pulau lain.
Kondisi inilah yang dilakukan PHE OSES dengan menghadirkan Bengkel Nelayan sejak Desember 2024, dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian dan efisiensi ekonomi para nelayan, yang selama ini terbebani oleh tingginya biaya perbaikan kapal.
Bantuan yang diberikan meliputi berbagai peralatan penting seperti mesin bor, mesin gerinda, mesin las serta menyediakan sarana tempat penyimpanan seluruh peralatan.
"PHE OSES menghadirkan Bengkel Nelayan dan sangat bermanfaat untuk nelayan, khususnya untuk peralatan apabila kapal mengalami kerusakan, baik mesin dan juga body kapal. Harapannya ke depan peralatan yang telah ada di Bengkel Nelayan bisa lebih di tingkatkan,” ujar Ketua Karang Taruna Pulau Sabira, Gunawan, Minggu (10/08/2025).
Program ini juga menerapkan sistem sosial ekonomi berkelanjutan, karena para nelayan yang membutuhkan peralatan dapat menyewa dengan biaya terjangkau, sehingga dana yang terkumpul dari sewa ini kemudian dikelola kembali untuk membiayai perawatan alat dan mendukung kebutuhan kelompok nelayan lainnya.
“Dengan adanya bengkel ini, kami tidak perlu lagi membawa kapal ke luar pulau hanya untuk perbaikan ringan. Biayanya lebih murah, waktunya juga lebih efisien,” ujar salah seorang nelayan Pulau Sabira, Sugianto.
Sementara itu, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Dermawan menjelaskan, program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah terluar seperti Pulau Sabira.
“Kami memahami tantangan yang dihadapi nelayan di pulau-pulau kecil, terutama perawatan kapal. Karena itu, kami hadir melalui program yang tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga mendorong pengelolaan berbasis sosial ekonomi yang berkelanjutan. Harapan kami, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus berkembang bersama kelompok nelayan yang mengelolanya,” jelas Indra.
Indra menambahkan, program ini dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang bisa dikelola bersama dan berkelanjutan.
“Kami ingin hadir sebagai mitra pembangunan, bukan hanya penyedia bantuan. Prinsip keberlanjutan menjadi dasar dari setiap program kami, agar manfaatnya bisa dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat bisa membawa dampak nyata yang berkelanjutan. Tidak hanya soal bantuan alat, tapi juga membuka jalan bagi nelayan untuk lebih mandiri dan berdaya dalam menjalankan usaha mereka sehari-hari. Langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat pesisir, yang selama ini sering terabaikan.