Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, bekerja sama  menghadirkan program hidroponik dan akuaponik di sekolah.

Program ini bertujuan menumbuhkan budaya menanam sejak dini serta mendukung ketahanan pangan di lingkungan pendidikan.

Plt Kasubbag TU Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu, Urip Tarsam mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam pemanfaatan area kebun sekolah untuk pertanian berkelanjutan.

"Selain melatih siswa berkreasi dengan media tanam ramah lingkungan, kami ingin membangun kesadaran bahwa sekolah bisa menjadi pusat ketahanan pangan," ujarnya, Jumat (26/09/2025).

Sejumlah sekolah yang telah memulai kegiatan ini antara lain SDN 01 Pagi Pulau Untung Jawa, SMPN 288 Jakarta, dan SMPN 285 Jakarta. Secara bertahap, program akan diperluas ke 5 SD, 5 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK di Kepulauan Seribu. Ke depan, seluruh sekolah ditargetkan ikut serta.

Menurut Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, sekolah diarahkan untuk menanam beragam komoditas, seperti sawi, selada, pakcoy, kangkung, bayam, cabai, terung, melon dan kembang kol.

"Tidak hanya tanaman, kami juga mendorong budi daya ikan lele dan nila dengan memanfaatkan galon maupun ember bekas. Konsep akuaponik ini selain edukatif, juga menyenangkan bagi siswa," tutur Nurliati.

Nurliati berharap, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga wadah praktik nyata bagi siswa dalam memahami pentingnya ketahanan pangan, sekaligus mengembangkan keterampilan bercocok tanam dan beternak ikan dengan cara modern.