Perpustakaan Kabupaten Kepulauan Seribu resmi dibuka kembali, dengan wajah baru setelah menjalani renovasi.
Perubahan konsep dan fasilitas diharapkan membuat masyarakat, khususnya pelajar, semakin nyaman dalam mengakses literasi.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, menyambut baik pembukaan kembali perpustakaan, sehingga memberikan rasa nyaman dan modern masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai tradisi.
“Perpustakaan ini sudah representatif, luas, nyaman, dan dilengkapi AC. Tinggal bagaimana pengelola mengedukasi dan mengajak anak-anak kita untuk gemar membaca. Membaca itu jendela ilmu, dan dengan membaca seseorang bisa punya pengetahuan dan pengalaman lebih luas,” ujar Fadjar, Selasa (30/09/2025).
Fadjar juga menekankan pentingnya sinergi dengan dunia pendidikan di Kepulauan Seribu, agar perpustakaan bisa menjadi pusat kegiatan literasi.
“Kerja sama dengan sekolah dari TK hingga SMP perlu terus dilakukan. Dengan konsep modern dan digital ini, perpustakaan bisa menjadi tempat belajar sekaligus ruang berkegiatan yang menyenangkan. Harapannya, membaca buku kembali menjadi budaya keseharian masyarakat Kepulauan Seribu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Kerja Teknis (UKT) 1 Kabupaten Kepulauan Seribu, Agni Kurnia Asdianto mengatakan, renovasi dilakukan tidak hanya pada fisik, tetapi juga pada konsep ruang dan fasilitas.
“Kalau dulu perpustakaan kita mirip perpustakaan zaman dulu, penuh rak buku yang kaku. Sekarang konsepnya lebih modern, ada ornamen sederhana, ruang baca yang nyaman, serta meja dan kursi untuk mendukung aktivitas membaca,” kata Agni.
Agni menambahkan, perpustakaan kini juga sudah dilengkapi dengan digitalisasi layanan.
“Pintu masuk ada perangkat digital berisi buku elektronik dan permainan edukatif untuk anak-anak. Kami juga menambahkan dua unit komputer yang bisa dipakai pengunjung, terutama pelajar, untuk belajar atau mencari informasi di internet,” pungkasnya.