Sebanyak lima puluh nelayan di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, mengikuti pelatihan pembuatan alat tangkap dan booster pakan ikan, yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta dan Sudin KPKP Kepulauan Seribu di Gedung Sekaya Maritim Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa.
Ketua Sub Kelompok Tata Kelola Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dinas KPKP DKI Jakarta, Supriyadi Saleh menjelaskan, kegiatan ini merupakan program rutin, dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kompetensi nelayan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sekaligus, meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah Kepulauan Seribu.
"Kegiatan ini diikuti lima puluh nelayan yang merupakan perwakilan dari 33 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kelurahan Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Harapan dan Kelurahan Pulau Panggang," ucapnya, Jumat (17/10/2025).
Supriyadi menjelaskan, dalam pelatihan kali ini menghadirkan narasumber dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan materi perikanan tangkap komersil yang berkelanjutan, serta inovasi booster umpan ikan dan alat tangkap komersil skala kecil.
"Mereka juga mempraktikkan langsung pembuatan booster pakan. Booster ini mempunyai kandungan asam amino esensial sehingga mudah memikat ikan masuk ke dalam alat tangkap yang ramah lingkungan ini," bebernya.
Supriyadi berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran para nelayan akan pentingnya menjaga ekosistem laut. Sekaligus, meringankan biaya operasional nelayan dalam mencari ikan.
"Usai pelatihan, mereka kami bagikan bantuan berupa 35 rol wire mesh yang merupakan bahan baku membuat bubu, 25.000 mata pancing, dan 150 paket booster pakan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Jamaludin menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kegiatan tersebut. Pelatihan ini penting untuk menambah wawasan para nelayan agar hasil produksi ikan mereka semakin banyak.
"Semoga kegiatan seperti dapat terus berlanjut. Bantuan yang telah diberikan juga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan menambah kesejahteraan para nelayan," ucapnya.
Menanggapi hal ini, salah seorang nelayan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ekor Kuning, Hasan (56) merasa bersyukur berterima kasih bisa mendapatkan wawasan dan ilmu baru terkait cara pembuatan bubu atau alat tangkap ikan ramah lingkungan, sekaligus booster pakan ikan.
"Sangat bermanfaat sekali bagi kami, yang mana ini juga berdampak pada ekosistem laut berkelanjutan. Meskipun kami sudah biasa membuat alat tangkap juga, tetapi ini lebih efektif," pungkasnya.