Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, Mustajab, melakukan monitoring dua kegiatan strategis, yakni pemeliharaan instalasi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) di Pulau Karya dan pembangunan peningkatan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Pramuka.
BWRO Pulau Karya merupakan fasilitas vital penyedia air bersih yang menerapkan dua tahap pengolahan. Tahap pertama, air laut diolah melalui sistem SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) untuk menghasilkan air payau. Air payau tersebut kemudian menjadi bahan baku tahap kedua, yakni pengolahan di BWRO untuk menghasilkan air minum yang layak konsumsi.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan BWRO berjalan baik dan sesuai standar operasional. Pemeliharaan rutin memastikan layanan air bersih tetap optimal bagi masyarakat Pulau Karya," ujarnya, Senin (24/11/2025).
Selain memantau BWRO Pulau Karya, Mustajab juga memantau progres pembangunan peningkatan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Pramuka, yang saat ini pekerjaan jaringan di daratan telah rampung, sementara pekerjaan pondasi bangunan sudah menyelesaikan pemancangan 106 titik Mini Pile dan CCSP.
Jumlah Sambungan Rumah (SR) yang sudah terhubung mencapai 594 unit. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas SPALD Pulau Pramuka dari 195 m³ menjadi 400 m³.
"Peningkatan kapasitas SPALD ini sangat dibutuhkan agar layanan sanitasi semakin baik dan mampu mengimbangi jumlah penduduk," kata Mustajab.
Menanggapi hal ini, warga Pulau Pramuka, Nurjanah (44), menyambut positif pembangunan tersebut.
"Dengan kapasitas yang lebih besar, limbah rumah tangga bisa tertangani lebih baik. Pulau jadi lebih bersih dan sehat," tandasnya.