Sekitar lima puluh warga di Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mengikuti kegiatan Sosialisasi Aplikasi Tentang Anak.
Aplikasi Tentang Anak merupakan sebuah platform edukasi dan pendataan yang difokuskan pada kesehatan anak dan pencegahan stunting.
Menurut Perencana Ahli Pertama Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Subanppeda) Kepulauan Seribu, Heru Topani, materi sosialisasi yaitu, Upaya Penurunan Stunting di Kepulauan Seribu serta Asupan Gizi Anak untuk Pencegah Stunting.
“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Anak stunting cenderung lebih pendek dan berisiko mengalami hambatan perkembangan. Pencegahan harus dimulai dari gizi ibu hamil, pola asuh, dan pemenuhan makanan bergizi,” jelas Heru, Selasa (25/11/2025).
Heru menjelaskan, program intervensi Kabupaten Kepulauan Seribu yang sedang berjalan dalam mencegah stunting meliputi, pemberian makanan tambahan bagi balita, kelas balita dan ibu hamil, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), kampanye Gemarikan, sosialisasi Bina Keluarga Balita dan PIK Remaja, serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pulau Kelapa, Ardian menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan pilot project penggunaan aplikasi tersebut di wilayah Kepulauan Seribu.
“Hari ini kita sosialisasi penggunaan aplikasi ‘Tentang Anak’ sekaligus pilot project. Aplikasi ini digunakan sebagai wadah edukasi pencegahan stunting dan pendataan perkembangan anak,” ujar Ardian.
Ardian menilai, wilayah Kelurahan Pulau Kelapa dikelilingi lautan dengan sumber gizi melimpah dari ikan segar, sehingga yang dibutuhkan adalah kepedulian, baik ibu hamil maupun orang tua untuk memastikan balita mendapat nutrisi cukup.
“Kepedulian warga untuk saling mengingatkan adalah kunci, jangan biarkan balita sering makan tidak bergizi. Arahkan untuk makan ikan segar. Kepedulian kita bisa menyelamatkan generasi penerus bangsa,” katanya.
Menanggapi hal ini, salah seorang peserta sosialisasi, Nuraini (32), mengaku aplikasi ini sangat membantu orang tua memahami kondisi gizi anak.
“Selama ini kami hanya mengandalkan Posyandu. Dengan aplikasi ini, kami bisa pantau perkembangan anak setiap saat dan tahu apa yang harus dilakukan kalau ada tanda-tanda stunting,” tandasnya.