Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, menyiapkan langkah mitigasi di sepuluh pulau berpenduduk yang ada di wilayah Kepulauan Seribu, untuk mengantisipasi potensi banjir rob, terutama di kawasan wisata yang diprediksi ramai.

Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab mengatakan memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sudin SDA juga telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi banjir rob.

"Kami telah melakukan pemetaan wilayah rawan rob, menyiapkan pompa alkon dan pompa apung di seluruh pulau berpenduduk, serta menyiapkan petugas untuk mencegah terjadinya genangan, khususnya saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026," kata Mustajab, Kamis (04/12/2025).

Mustajab mengaku, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.

"Kendaraan operasional seperti gerobak motor dan pompa sudah dalam kondisi siap seluruhnya," tuturnya.

Sudin SDA Kepulauan Seribu juga melakukan pemantauan secara rutin serta menyiapkan 166 Satgas SDA, yang akan dikerahkan dan disebar di sepuluh  pulau berpenduduk untuk memperkuat kesiapsiagaan.

"Kami memastikan seluruh pompa, alat berat, dan kendaraan operasional dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi kemungkinan banjir rob," ujar Mustajab.

Mustajab menjelaskan, pada awal 2025, banjir rob terjadi hampir di seluruh pulau berpenduduk dari Pulau Sabira hingga Pulau Untung Jawa. Namun yang terbaru hanya enam pulau yang terdampak dan sudah siap diantisipasi, dengan penanganan dan penguatan infrastruktur penahan rob untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga.

“Hari ini kami melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik banjir rob yang terjadi di Pulau Panggang dan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, dengan ketinggian rob mencapai sekitar 20 hingga 25 sentimeter. Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menentukan penanganan cepat,” tambahnya.