Sebanyak 25 warga Kelurahan Pulau Kelapa yang tergabung Kelompok Bank Sampah Kresek Indah, mengikuti Lokakarya Kerajinan Ecoprint dan Teknik Menjahit Zero Waste, yang diselenggarakan PHE OSES.

Dalam kegiatan ini, para peserta diajak memandang lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dan peluang ekonomi yang membanggakan, dengan dibekali pemahaman dan praktik teknik ecoprint menggunakan bahan-bahan alami. Daun-daun lokal dimanfaatkan untuk menciptakan motif khas yang unik dan bernilai estetika.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi menjahit zero waste, di mana peserta diperkenalkan pada teknik menjahit yang menekankan efisiensi penggunaan bahan dan minimasi limbah potongan kain.

Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah mengapresiasi kerja sama semua pihak, terutama PHE OSES yang telah mendukung kegiatan ini.

“Kegiatan ini adalah contoh nyata kolaborasi yang baik antara Pemerintah, swasta dan masyarakat Kelurahan Pulau Kelapa. Semoga ilmu yang diperoleh bisa membuka peluang ekonomi baru bagi warga, terutama ibu-ibu yang ingin mengembangkan keterampilan. Terus semangat dan manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” kata Adriansyah, Jumat (19/12/2025).

Selain memberikan pelatiham PHE OSES juga memberikan bantuan sarana dan prasarana penunjang, berupa mesin jahit otomatis, kompor dan alat pengukus, serta berbagai perlengkapan pendukung proses pembuatan ecoprint. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kelompok untuk terus mengasah keterampilan sekaligus mulai mengembangkan produksi secara mandiri.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan PHE OSES. Pelatihan ecoprint dan bantuan sarana prasarana menjahit ini benar-benar mendorong kami untuk terus berkarya, menciptakan produk yang bernilai, dan tetap ramah lingkungan,” kata salah satu,anggota Bank Sampah Kresek Indah, Asmawiyah.

Sementara itu, Head of Communication Relations and CID PHE OSES, Indra Darmawan menegaskan, keberhasilan program diukur dari tumbuhnya semangat dan keberlanjutan di masyarakat.

“Kami senang melihat antusiasme warga Pulau Kelapa. Program Tiga Perisai kami rancang agar masyarakat memiliki keterampilan, rasa percaya diri, dan peluang usaha yang berkelanjutan. Ketika masyarakat tumbuh dan berdaya, di situlah makna sesungguhnya dari pemberdayaan,” tutur Indra.

Melalui Program Tiga Perisai, PHE OSES menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat. Dari daun, kain, dan benang, warga Pulau Kelapa kini merajut asa baru masa depan yang lebih mandiri, berdaya saing, dan selaras dengan alam.