Untuk meringankan beban biaya produksi pembudidaya ikan, Sudin KPKP Kepulauan Seribu bersama PHE OSES menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri dari Maggot dan Manajemen Usaha Budidaya Maggot.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Palugada, mendorong pemanfaatan maggot sebagai sumber pakan alternatif yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kerapu Cantik di Kelurahan Pulau Panggang.
Maggot kini menjadi solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha budidaya ikan.
Dalam pelatihan ini, sebanyak 25 peserta yang terdiri atas anggota Pokdakan Kerapu Cantik, Bank Benih Wisata Bahari, serta pengelola Bank Sampah Pulau Panggang.
Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mengapresiasi kolaborasi lintas pihak dalam mendukung pembudidaya lokal.
“Saya sangat mengapresiasi Program Palugada melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh PHE OSES, berkolaborasi dengan Sudin KPKP, KKP dan IPB. Harapan saya, pelatihan ini dapat membantu menyelesaikan salah satu permasalahan utama pembudidaya ikan di Pulau Panggang, yaitu tingginya harga pakan. Semoga hasil pelatihan ini dapat langsung dipraktikkan oleh para pembudidaya,” ujar Jamaluddin, Senin (22/12/2025).
Pelatihan ini menghadirkan para narasumber berpengalaman, yakni Dr Melta Rini dan Marjono dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Dr Ichsan dan Madyusi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Selama pelatihan, para peserta mengikuti sesi praktik pembuatan pakan ikan laut mandiri berbahan dasar maggot serta pembekalan manajemen usaha budidaya maggot. Peserta juga diajak memahami solusi atas kendala yang selama ini dihadapi, seperti lalat BSF yang sulit bertelur, ukuran maggot yang belum seragam, hingga lamanya masa pertumbuhan.
“Terima kasih PHE OSES dan para narasumber. Pelatihan ini benar-benar bermanfaat bagi kami. Harapan kami, ilmu yang didapat dapat membuahkan hasil yang optimal untuk usaha budidaya kami ke depan,” kata salah satu peserta pelatihan, Sihan.
Sementara itu, Head of Communication, Relations dan CID PHE OSES, Indra Darmawan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami percaya pemberdayaan masyarakat harus dibangun dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan. Melalui Program Palugada, PHE OSES ingin menumbuhkan kemandirian pembudidaya agar mampu menghadapi tantangan secara berkesinambungan. Kami berharap semangat belajar dan berinovasi dari kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kepulauan Seribu,” ujarnya.