Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauann Seribu Utara menanam sebanyak lima ratus bibit mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi sekaligus pemulihan lingkungan laut.

Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin mengatakan, penanaman mangrove tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Instruksi Bupati Kepulauan Seribu, dengan melibatkan berbagai unsur Pemerintah dan masyarakat.

"Penanaman ini adalah langkah nyata kita bersama untuk menjaga daratan Pulau Panggang. Kami ingin memastikan ekosistem laut tetap terjaga, sehingga anak cucu kita nantinya masih bisa menikmati keasrian lingkungan ini," ujar Jamaluddin, Rabu (07/01/2026).

Jamaluddin menjelaskan, pemilihan lokasi di wilayah barat Pulau Panggang didasarkan pada kebutuhan penguatan kawasan tersebut dari ancaman gelombang dan abrasi.

“Mangrove yang ditanam diharapkan mampu berfungsi sebagai sabuk hijau alami dengan berbagai manfaat ekologis, mulai dari menahan abrasi, menjadi habitat biota laut, hingga menyerap karbon dan meningkatkan kualitas udara,” tuturnya.

Tercatat, kegiatan ini diikuti sekitar seratus peserta yang terdiri dari ASN Kelurahan Pulau Panggang, petugas PJLP, pengurus RT dan RW, Sudin Lingkungan Hidup, serta unsur Satpol PP.

Sementara itu, salah satu warga Pulau Panggang, Yaya (40), mengaku antusias terlibat langsung dalam aksi penanaman mangrove tersebut.

"Kami sebagai warga sangat mendukung kegiatan ini. Mangrove sangat penting untuk melindungi pulau dari abrasi. Semoga ke depan penanaman seperti ini bisa rutin dilakukan," tandasnya.