Sebanyak sembilan sekolah di wilayah Kepulauan Seribu menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada para muridnya, karena cuaca ekstrem yang melanda wilayah DKI Jakarta.

Langkah ini dilakukan mengikuti arahan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Karena Cuaca Ekstrem Pada Satuan Pendidikan di Lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

“Kami mengikuti SE Nomor 9/SE/2026, sehingga sembilan sekolah di bawah naungan Dikmen Sudin Pedidikan Kepulauan Seribu menerapkan PJJ, informasi ini sudah disampaikan kepada masing-masing sekolah,” kata Kasi Dikmen Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu, Solihin, M.Pd, Jumat (23/01/2026).

Solihin menjelaskan, edaran itu dikeluarkan mengikuti arahan SE Sekda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2/SE/2026 Tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel Karena Cuaca Ekstrem, dan memperhatikan prediksi cuaca dari BPBD DKI Jakarta melalui surat Nomor e-0016/TB.01.02 tanggal 22 Januari 2026 Tentang Informasi Prediksi Cuaca.

“Penerapan PJJ ini berlaku hingga 28 Januari, nantinya pihak sekolah melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan proses PJJ, kondisi ini tidak mengurangi substansi mendidik, membimbing dan mengajar,” jelasnya.

Tercatat, sembilan sekolah di bawah naungan Kasi Dikmen Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu yang menerapkan PJJ, antar lain SMPN 133 Jakarta Pulau Pramuka, SMPN 241 Jakarta Pulau Tidung, SMPN 285 Jakarta Pulau Untung Jawa, SMPN 260 Jakarta Pulau Harapan, SMPN 288 Jakarta Pulau Lancang, SMP Negeri Satu Atap 01 Pulau Pari , Sekolah Satu Atap (SMPN) 02 Pulau Sabira, SMAN 69 Jakarta Pulau Pramuka, SMKN 61 Jakarta Pulau Tidung.

“Semoga cuaca cepat berangsur membaik dan kondusif kembali dan aktivitas belajar bisa kembali normal,” tambah Solihin.