Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terus mendorong pengembangan potensi anak dan perempuan, melalui pemanfaatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Pengembangan yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan tari Betawi yang digelar di RPTRA Arung Palaka, Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Utara.
Pelatihan tari Betawi tersebut diikuti oleh lima anak usia 10–11 tahun dari SDN 02 Pagi Pulau Kelapa dengan mengangkat tema “Bocah Pesisir”. Kegiatan ini dimulai sejak 1 Februari 2026 dan menghadirkan pelatih tari profesional dari Jakarta selama satu pekan, sebelum nantinya dilanjutkan oleh pengelola RPTRA setempat.
Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, mengapresiasi inovasi yang dilakukan para pengelola RPTRA Arung Palaka dalam menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
“Menurut saya, ini salah satu inovasi yang luar biasa dari para pengelola RPTRA dalam mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, khususnya anak-anak dan perempuan,” ujarnya, Senin (02/02/2026).
Adriansyah menambahkan, RPTRA tidak hanya berfungsi sebagai ruang bermain, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang produktif dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan RPTRA Arung Palaka di Pulau Kelapa Dua ini menjadi ruang interaksi yang positif dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat ke depannya. Saya mendukung penuh kegiatan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Arlan, salah seorang Pengelola RPTRA Arung Palaka menjelaskan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Betawi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak pesisir.
“Kami ingin anak-anak di Pulau Kelapa Dua memiliki wadah untuk mengekspresikan bakat seni mereka. Setelah pelatih dari Jakarta selesai, kami akan melanjutkan pembinaan agar kegiatan ini berkesinambungan,” kata Arlan.
Arlan berharap, kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi muda yang mencintai budaya lokal sekaligus membuka peluang tampil di berbagai kegiatan maupun event ke depan.