Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan berkesempatan meninjau layanan penukaran uang rupiah yang digelar Bank Indonesia, menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kamis (26/02/2026) disambut antusias warga.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengapresiasi kehadiran Bank Indonesia yang dinilai memberikan pelayanan nyata bagi warga di wilayah Kepulauan Seribu.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bank Indonesia yang datang langsung melayani warga. Secara geografis wilayah kami terpisah dari daratan, sehingga layanan ini sangat membantu, khususnya menjelang Idulfitri,” ujarnya
Fadjar menambahkan, penukaran uang baru telah menjadi tradisi masyarakat saat Lebaran. Melalui layanan resmi, warga merasa aman karena keaslian uang terjamin.
“Ini bukti nyata pelayanan kepada masyarakat. Selain memperoleh uang baru, warga juga dapat menukarkan uang rusak atau tidak layak edar dengan mudah,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, setiap warga dapat menukarkan uang hingga Rp5.300.000 per orang, sesuai ketentuan. Kuota yang disiapkan dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat di Kepulauan Seribu.
“Kami berharap layanan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, terutama pada momen hari besar keagamaan yang membutuhkan ketersediaan uang kartal dalam jumlah cukup,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Faris Budiawan mengatakan, layanan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan.
“Kami telah membuka layanan di Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Tidung, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Pramuka sebagai lokasi terakhir. Jumlah uang yang dibawa meningkat sekitar 35 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Faris menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan pada periode mendatang, karena antusiasme warga dinilai sangat tinggi.
“Selain penukaran uang baru, masyarakat juga dapat menukarkan uang lusuh dan rusak agar kembali beredar dalam kondisi layak,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Pulau Pramuka, Hj. Yuliati (69), mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut untuk penukaran uang.
“Saya menukar lebih dari Rp3 juta dalam pecahan Rp20 ribu, Rp10 ribu, dan Rp5 ribu untuk dibagikan kepada anak-anak saat Idulfitri agar mereka ikut merasakan kebahagiaan,” ungkapnya.