Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Kesehatan terus memantau progres pembangunan dan renovasi RSUD Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka.

Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 78 persen dan ditargetkan selesai dalam empat bulan ke depan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, dr. Ghamal Ahmad Pramana mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana serta mengantisipasi potensi kendala di lapangan.

“Kami melakukan monitoring secara langsung progres rumah sakit, agar proses pembangunan sesuai rencana dan dapat mengetahui apakah ada kendala atau yang berpotensi menjadi kendala dalam proses pembangunan,” ujarnya, Jumat (27/02/2026).

Ghamal mengaku, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengingatkan kontraktor agar tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, mengingat rumah sakit masih tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami juga memberikan pesan kepada kontraktor agar tetap memperhatikan keselamatan kerja, baik bagi pekerja maupun bagi staf dan pasien, karena RS masih tetap memberikan layanannya,” tegasnya.

Ghamal menjelaskan, saat ini progres pembangunan telah mencapai 78 persen dan diperkirakan akan selesai dalam waktu empat bulan ke depan apabila tidak ada kendala berarti.

“Untuk saat ini progres pembangunan sudah mencapai 78 persen dan perkiraan akan selesai dalam waktu empat bulan ke depan apabila tidak ada kendala,” jelasnya.

Renovasi dan pengembangan RSUD ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat di wilayah Kepulauan Seribu.

“Renovasi ini untuk memenuhi kebutuhan jumlah tempat tidur rawat inap, peningkatan kapasitas dan peralatan ICU dan NICU, serta untuk memenuhi persyaratan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha RSUD Kepulauan Seribu, Sri Ratna, menyampaikan bahwa pihak manajemen rumah sakit terus berkoordinasi dengan kontraktor dan Sudin Kesehatan agar proses pembangunan tidak mengganggu pelayanan kepada pasien.

“Kami terus melakukan koordinasi agar proses renovasi berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” katanya.