Menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa atau yang akrab disebut ngabuburit, menjadi tradisi yang selalu dinantikan saat bulan Ramadan.
Aktivitas ini dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kepulauan Seribu.
Namun, ngabuburit di wilayah Kepulauan Seribu memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan daerah lain di DKI Jakarta. Jika di perkotaan orang menunggu waktu berbuka di pusat perbelanjaan atau taman kota, maka di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu warga menikmati sore hari dengan hamparan laut yang luas, semilir angin pantai, serta cahaya senja yang perlahan tenggelam di ufuk barat.
Pemandangan laut yang tak berbatas berpadu dengan langit berwarna jingga, menciptakan suasana yang menenangkan. Tak heran jika banyak warga memanfaatkan waktu menjelang berbuka untuk berjalan santai, bersepeda, berswafoto, atau sekadar duduk menikmati panorama alam.
Kelurahan Pulau Untung Jawa, suasana sore menjelang berbuka terasa hidup di beberapa titik favorit seperti Pantai Sakura, Dermaga Utama, dan Jembatan Pengantin. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat perahu-perahu nelayan yang perlahan kembali ke dermaga, sementara langit mulai berubah warna menuju senja.
Kelurahan Pulau Tidung, kegiatan ngabuburit dilakukan di ikon wisata Jembatan Cinta. Banyak warga duduk di saung-saung sekitar seperti Saung Bintang, Saung Cemara Kasih, hingga Saung Sunset sambil menikmati pemandangan laut yang memantulkan cahaya matahari senja.
Kelurahan Pulau Harapan, warga biasanya berkumpul di area dermaga, maupun di RPTRA Widya Bahari. Anak-anak bermain di ruang terbuka, sementara orang dewasa bercengkerama sambil menunggu waktu berbuka.
Kelurahan Pulau Panggang, suasana ngabuburit terasa di berbagai ruang publik seperti Plaza Kabupaten, Pantai Sunset, Dermaga Utama Pulau Panggang, hingga RPTRA Tanjong Timur. Tak jauh dari sana, warga juga menikmati sore di Taman Flora belakang kantor kelurahan, RPTRA Tanjung Elang, serta Dermaga Utama Pulau Pramuka.
Kelurahan Pulau Kelapa, warga biasanya memadati area Ikon Perahu Khole di depan kantor kelurahan, jalan menuju kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Saung Dermaga Utama, hingga area RPTRA Nyiur Melambai. Dari titik-titik tersebut, warga dapat menyaksikan matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala laut.
Kelurahan Pulau Pari, ngabuburit terasa semakin istimewa dengan hamparan pasir putih di Pantai Pasir Perawan dan Pantai Karma. Banyak pengunjung berjalan menyusuri pantai sambil menikmati hembusan angin laut hingga waktu berbuka tiba.
Keindahan alam yang berpadu dengan suasana Ramadan menjadikan ngabububurit di Kepulauan Seribu bukan sekadar menunggu waktu berbuka puasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi waktu untuk menikmati ketenangan, kebersamaan, serta pesona senja yang selalu setia menutup hari di tengah lautan.