Kabupaten Kepulauan Seribu mengikuti kegiatan Panen Raya Serentak secara virtual dari Pulau Tidung Kecil, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Senin (30/03/2026).

Kegiatan Panen Raya Serentak di Pulau Tidung Kecil diikuti Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Seribu, Indah Susanti, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asminekbang) Kepulauan Seribu, Endro Mukti Wibowo, Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, kader PKK, aparat Kecamatan dan Kelurahan.

Seperti diketahui, pelaksanaan Panen Raya Serentak dipusatkan di Greenhouse Agro Eduwisata Pulogebang, Cakung dan dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono didampingi Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Rano Karno dan lainnya.

Dalam dialog virtual dengan kader PKK di lima kota adminitrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu, Hani Pramono menyoroti berbagai tantangan dalam pengembangan urban farming, mulai dari kendala teknis hingga upaya menarik partisipasi masyarakat dan dukungan CSR.

"Bagaimana tantangan di lapangan, serta upaya kader dalam mengatasinya dan menarik keterlibatan masyarakat maupun CSR menjadi hal penting agar program ini terus berkembang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengapresiasi capaian Jakarta Timur yang menjadi wilayah dengan jumlah titik panen terbanyak, yakni 423 lokasi dari total 807 titik panen di seluruh DKI Jakarta.

Menurutnya, capaian ini sejalan dengan pengembangan desain besar pertanian perkotaan yang terus didorong untuk mengatasi keterbatasan lahan, sumber daya manusia, dan faktor iklim.

"Saat ini, produksi pangan dari dalam Jakarta baru mampu memenuhi sekitar dua persen kebutuhan. Ke depan, kami menargetkan dapat meningkat menjadi lima persen pada 2030," bebernya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto merinci total hasil panen tersebut terdiri dari 3.428 kilogram sayuran, 2.134 kilogram hasil perikanan, 403 kilogram buah-buahan, 262 kilogram tanaman pangan, 243 kilogram cabai, serta 49 kilogram tanaman obat keluarga (Toga).

Ia menuturkan, pengembangan budi daya cabai terus dilakukan untuk menjaga pasokan. Salah satunya melalui greenhouse di Pulogebang yang memiliki luas 144 meter persegi dengan sekitar 600 pohon cabai.

"Ada potensi produksi sekitar 1,5 kilogram per pohon. Sehingga, total hasil panen dapat mencapai 900 kilogram hingga 1,2 ton per tahun," tandasnya.