Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, terus memperkuat upaya menjaga keberlanjutan sektor perikanan budidaya.
Salah satunya melalui kegiatan monitoring kesehatan lingkungan budidaya ikan laut yang dilakukan di sejumlah pulau.
Kegiatan ini menyasar beberapa Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), di antaranya Pokdakan Pulau Lancang, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, dan Pulau Panggang. Monitoring dilakukan dengan melibatkan tim dari Pusat Produksi, Inspeksi, dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) bersama jajaran bidang perikanan serta Sudin KPKP Kepulauan Seribu.
Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gamma Eka Anantha menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam menjaga keberlanjutan budidaya ikan laut di wilayah tersebut.
“Monitoring ini bukan sekadar rutinitas pengambilan sampel, melainkan bagian dari strategi menyeluruh untuk mendeteksi perubahan kualitas lingkungan perairan secara dini,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Gamma mengaku, kondisi lingkungan perairan yang sehat menjadi faktor utama dalam menunjang produktivitas dan kualitas hasil budidaya ikan. Oleh karena itu, pengawasan secara berkala perlu terus dilakukan agar potensi gangguan dapat segera diantisipasi.
"Diharapkan para pembudidaya ikan di Kepulauan Seribu semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan perairan, sehingga sektor perikanan budidaya dapat terus berkembang secara berkelanjutan," tandasnya.
Sementara itu, salah satu anggota Pokdakan di Pulau Panggang, Ahmad menyambut baik kegiatan tersebut, karena sangat membantu para pembudidaya dalam menjaga kualitas usaha mereka.
“Kami merasa terbantu dengan adanya pengecekan ini, karena bisa mengetahui kondisi air dan lingkungan budidaya secara langsung. Harapannya, hasil budidaya kami tetap baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.