Untuk mendukung produktivitas nelayan di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menyalurkan bantuan alat tangkap.
Melalui Program Pelaut Tangguh, para nelayan yang tergabung dalam lima Kelompok Usaha Bersama (KUB), menerima bantuan berupa 55 paket perlengkapan tangkap ikan, yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Program ini merupakan bagian dari upaya PHE OSES dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses dan sumber daya.
Ketua RW 03 Pulau Sabira, sekaligus Koordinator KUB, Ali Kurniawan menyatakan, bantuan ini merupakan amanah yang harus dimanfaatkan dengan baik, bukan untuk diperjualbelikan.
“Kami antusias dengan adanya bantuan ini, kami juga mendapatkan hasil yang lebih, karena bantuan ini sangat dibutuhkan oleh warga Pulau Sabira,” kata Ali, Jumat (10/04/2026).
Ali juga berharap, bantuan dan perhatian yang diberikan PHE OSES bisa berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan para nelayan.
Tercatat, bantuan yang diberikan berupa alat pancing, kawat, senar tangsi, gulungan, kotak kontainer, serta kotak pendingin untuk mendukung aktivitas penangkapan dan penyimpanan hasil tangkapan. Bantuan yang diberikan dirancang untuk dapat langsung dimanfaatkan oleh nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan, terutama pada momentum musim ikan.
Program ini melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu dan Kelurahan Pulau Harapan, untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi PHE OSES atas bantuan alat tangkap bagi nelayan Pulau Sabira. Bantuan ini memberikan manfaat yang lebih optimal bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, apalagi karena disalurkan pada saat musim ikan," kata Lurah Pulau Harapan, M. Nuralim.
Sementara itu, Head of Communication, Relations and CID PHE OSES, Indra Darmawan menilai, sebagai bagian dari penguatan program, PHE OSES juga menerapkan mekanisme pemantauan melalui pelaporan hasil tangkapan secara berkala. Para nelayan diminta untuk menyampaikan laporan hasil tangkapan setiap bulan sebagai bentuk evaluasi sekaligus memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas.
"Program ini kami hadirkan untuk membuka peluang. Ketika nelayan memiliki alat yang memadai, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi, Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang," ujar Indra Darmawan.