Kehadiran Instalasi Pengolahan Air Laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Pulau Payung, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, disambut gembira warga setempat.
Kondisi ini dinilai menjadi solusi tepat bagi warga, untuk mendapatkan air bersih yang diperlukan dalam keperluan sehari-hari.
Menurut Jamaludin, salah satu tokoh masyarakat Pulau Payung, mengatakan, sebelum adanya instalasi pengelolaan air laut, warga menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk mandi, mencuci maupun memasak.
"Alahmdulillah instalasi pengelolaan air laut ini sudah terpasang di rumah-rumah, dan bisa dinikmati oleh warga," ujar Jamaludin, Rabu (20/11/2019).
Jamaludin pun mengaku, dengan adanya instalasi air laut tersebut, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih saat datang musim kemarau.
"Biasanya saat musim kemarau air sumur milik warga kering, dan sulit mendapatkan air bersih. Namun dengan adanya pengolahan air laut menjadi air tawar ini sangat membatu dan tidak khawatir lagi mendapatkan air bersih," tambahnya.
Seperti diketahui, PDAM DKI Jakarta telah meresmikan SWRO di Pulau Payung dengan kafasitas 0,25 leter/detik dan telah melayani 49 SR.
“Tentunya kehadiran SWRO ini menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat selama ini. Dan kondisi ini semakin meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat di Pulau Payung,” ucap Lurah Pulau Tidung, Cecep Suryadi.
Menanggapi hal ini, Kepada Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Juaini mengaku, selama tahun 2018 pihaknya telah membangun instalasi SWRO di Pulau Payung dengan kafasitas 0,25 leter/detik dan telah melayani 49 SR.
"Semoga pembangunan SWRO ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kepulauan Seribu untuk memenuhi kebutuhan air bersih," pungkasnya.