Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kepulauan Seribu menggelar sosialisasi digital Jakarta Sadar Olah Literasi Digital (SOLID) bersama Jakwifi di Ruang Pola Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kamis (14/07/2022).
Kasie Komunikasi dan Informasi Publik (KIP), Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu, Jipandoli Nainggolan mengatakan, sosialisasi ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Dinas Kominfotik DKI Jakarta di enam wilayah Kota/Kabupaten, dengan sasaran peserta para pelaku UMKM, Jakpreneur, PJLP dan Pelajar di wilayah Kepulauan Seribu.
"Tujuan dari kegiatan ini agar peserta mendapatkan peningkatan kemampuan literasi digital dalam pemanfaatan media internet, untuk menciptakan konten yang positif, kreatif dan inovatif," ujarnya.
Tercatat, sosialisasi dengan tema 'Manfaat Positif Jakwifi Publik', diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pekerja Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Kabupaten dan Jakpreneur Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Menurut Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asminekbang) Kabupaten Kepulauan Seribu, Iwan P Samosir, hampir semua masyarakat menggunakan internet dalam kehidupan setiap harinya, hal ini mengacu kepada salah satu survey yang menjadi rujukan banyak pihak yaitu survey “Digital 2022 Indonesia”, yang dilakukan oleh agensi dan konsultan periklanan internasional, yaitu We Are Socia dan Kepios, dimana diperoleh informasi bahwa alasan masyarakat Indonesia menggunakan internet sangat beragam.
"Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia termasuk warga Jakarta sebenarnya sudah terbiasa bersentuhan dengan internet. Terlebih pada masa pandemi dimana masyarakat dianjurkan untuk beraktivitas dari rumah masing-masing, dari bekerja sampai belajar secara online," katanya.
Iwan menilai, untuk mendukung kebutuhan akses internet bagi semua kalangan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan JakWifi pada tahun 2020 yang merupakan program inovasi bertujuan untuk mendukung konektivitas dan produktivitas masyarakat Jakarta di ranah digital.
"Juni 2022, JakWifi sudah menjangkau total 9250 lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan 29 lokasi diantaranya berada di Kepulauan Seribu," tuturnya.
Seperti diketahui, perangkat Wi-Fi dipasang di wilayah perkampungan padat, sehingga banyak keluarga yang sebelumnya tidak mendapat akses kepada dunia daring bisa terhubung. Tidak hanya di daerah perkampungan, program JakWifi menyebar secara berkala diberbagai titik di Jakarta.
"Lokasi-lokasi umum seperti taman kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, gedung pemerintahan serta sekolahan juga dipasang akses Wi-Fi. Tentunya hal tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius dalam memberikan infrastruktur digital bagi warganya untuk berkegiatan, berinovasi, dan berkreasi secara digital,” jelasnya.
Iwan menambahkan, dengan tingginya akses internet maka harus diimbangi pengetahuan yang baik oleh masyarakat, agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan dan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi, mengingat kini terus bermunculannya konten-konten negative dan meningkatnya kejahatan di ruang itu, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, dan radikalisme berbasis digital.
"Keberadaan koneksi digital harus dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi warga Kepulauan Seribu. Jakprenuer diharapkan memanfaatkan internet sebagai alat untuk menghasilkan suatu yang produktif dan bahkan bisa membantu kesejahteraan keluarga, dan bagi para para PJLP bisa memanfaatkan secara positif terkait kegiatan sehari-hari di ingkungan Kabupaten Kepulauan Seribu," terangnya.
Menanggapi hal ini, salah satu peserta sosialisasi Jakarta SOLID bersama Jakwifi, Wahyuni (45) warga RT 03/04 Kelurahan Pulau Panggang mengapresiasi dan berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Tentunya ini hal yang positif, namun kami berharap ada penambahan titik lokasi Jakwifi untuk kami bekerja memberikan laporan PKK, Dasawisma dan lainnya, juga penjualan produk kami. Selain itu akses penggunaan Jakwifi diatur dengan baik sehingga anak-anak lebih banyak belajar daripada bermain," tutupnya.