Sebanyak 20 Jakpreneur binaan Sudin Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, mengikuti pelatihan sablon digital.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Warga Pulau Pramuka tersebut mengajarkan dua jenis teknik sablon yakni, Poliflex atau menggunakan bahan poliflex untuk merekatkan cetakan dan Sublimasi atau menggunakan bantuan heat press.

Kepala Sudin Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Bangun Richard mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan kolaborasi sablon digital bersama PT Rhino Indonesia, dengan jumlah sebanyak 20 peserta industri kecil menengah (IKM). 

"Pelatihan kolaborasi ini berlangsung sejak 19-20 Juli 2022," ujarnya, Selasa (19/07/2022).

Bangun menjelaskan, sablon digital merupakan salah satu potensi industri daerah yang saat ini terus dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif.

"Industri kreatif sablon digital ini sangat cocok dikembangkan oleh para Jakpreneur, karena proses yang mudah dan minimnya limbah," ucapnya.

Bangun menambahkan, pihaknya mengapresiasi dukungan dan kolaborasi PT Rhino Indonesia, dalam rangka mengembangkan potensi wirausaha industri kreatif di Kepulauan Seribu.

"Pelatihan ini merupakan kolaborasi positif guna mendukung program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan Sabihis (47) warga Kelurahan Pulau Panggang mengaku, dirinya sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut.

"Selama ini saya hanya mengerjakan usaha sablon secara manual. Hari ini saya sangat senang bisa belajar sablon dengan menggunakan aplikasi digital dan hasilnya sangat memuaskan," tutupnya.