Jelang Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kepulauan Seribu menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Penanganan Pelanggaran, yang diselenggarakan di Hotel Sunlake Sunter Jakarta, Jumat (30/09/2022).

Kegiatan ini sendiri dihadiri Ketua Kepulauan Seribu, Syaripudin, Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Purnomo, Polres Kepulauan Seribu, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Satpol PP Kab. Adm. Kep. Seribu, Kordiv PP dan SDMO Bawaslu Kota se-DKI Jakarta serta undangan lainnya.

“Kegiatan ini dilakukan bertujuan agar dalam menghadapi adanya dugaan pelanggaran pada pemilu 2024 mendatang, Sumber Daya Manusia Bawaslu Kepulauan Seribu dapat menangani secara professional, dan berusaha untuk selalu meningkatkan sinergi dengan Kepolisian dan Kejaksaan dalam sentra Gakkumdu,” kata Syaripudin.

Syaripudin menjelaskan, pada pilkada maupun pemilu Tahun 2019 di Kepulauan Seribu tidak ada pelanggaran pidana, hanya ada pelanggaran administrasi yang ditangani pada pemilu Tahun 2019.

“Kami sebagai Bawaslu akan selalu mengedepankan fungsi-fungsi pencegahan dalam upaya meminimalisir terjadinya dugaan pelanggaran pemilu. Kami juga berharap apa yang disampaikan narasumber bisa menjadi pegangan kita kedepan, karena disbanding Bawaslu kota-kota lain kita masih kurang pengalaman terkait penanganan pelanggaran pidana,” tuturnya.

Syaripudin menambahkan, keberhasilan Bawaslu saat ini bisa terjadi karena pihaknya mengedepankan pencegahan agar pelanggaran tidak terjadi.

Sementara itu,  Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Purnomo mengaku, pihaknya mengapresiasi Bawaslu Kepulauan Seribu yang konsisten menyelanggarakan kegiatan untuk memberikan pengetahuan kepada kita terkait kepemiluan.

“Mudah-mudahan apa yang diupayakan semua pihak baik dari pemerintah, partai politik, penyelenggara pemilu membuahkan hasil agar pemilu di Kepulauan Seribu berjalan baik seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita akan selalu mengiringi dan menjadi saksi semoga pemilu 2024 yang akan datang berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang adil, berintegritas dan berlegitimasi,” jelasnya.