Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan mengapresiasi dukungan Divers Clean Action (DCA), yang melakukan sosialisasi pengelolaan sampah melalui program Phinla.
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut, sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah dan mitra strategis dalam penanganan isu lingkungan. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Pulau Untung Jawa.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Muslim menjelaskan, sosialisasi ini diikuti sekitar 55 peserta dari berbagai unsur, di antaranya ASN Kelurahan, PPSU, Pokdarwis, Karang Taruna, Satpol PP, kader PKK, LMK, FKDM, serta lintas sektor dari TNI dan Polri.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan DCA, Ferry, menjelaskan bahwa program Phinla bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem sirkular yang berkelanjutan di masyarakat.
“Melalui Project Phinla, kami ingin membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ferry menambahkan, program ini merupakan bagian dari inisiatif global yang mendapat dukungan dari Pemerintah Jerman dan melibatkan tiga negara, yakni Filipina, Indonesia, dan Sri Lanka. Program tersebut dirancang untuk memperkuat praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan kolaboratif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dan menjadi budaya baru dalam kehidupan sehari-hari warga,” pesannya.
Menanggapi hal ini, Ketua RW 03 Pulau Untung Jawa, Basri (64), mengaku mendukung penuh kegiatan Phinla. Bahkan sebagian warganya telah mulai menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri, seperti memilah sampah dari sumber.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sosialisasi ini. Ke depan akan kami tingkatkan lagi agar lebih masif dan berkelanjutan, sehingga lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi warga,” tandasnya.